Analisis Tekhnikal dibangun dengan asumsi bahwa harga bergerak
berdasarkan trend. garis trend adalah alat yang sangat penting dalam
analisis tekhnikal baik untuk mengidentifikasikan trend maupun di
gunakan untuk mengidentifikasi harga support & Resistance. ini
adalah sangat penting anda memahami tentang Support dan Resistance
sebelum anda melanjutkan materi selanjutnya.
a. Garis Tren Meningkat (Uptrend)
Garis Trend naik adalah Garis Memiliki kemiringan (slope) positif. ada
dua titik minimal yang harus dihubungkan dalam trend yang menaik,
dimulai dari titik terendah yang kemudian diteruskan harga yang
mengalami kenaikan dan membentuk harga terendah yang lebih tinggi dari
harga terendah sebelumnya. pergerakan harga dalam trend ini akan
mencapai titik harga yang lebih tinggi dari kenaikan harga sebelumnya
dan setiap gerakan naik akan mencapai titik harga yang lebih tinggi
setelah harga mengalami koreksi. Ini berarti, apabila harga digambarkan
dalam bentuk grafik dan titik dasar harga yang terjadi secara
berturut-turut lebih tinggi dari titik-titik dasar sebelumnya, maka
harga dikatakan mengikuti pola tren naik.Tren naik ini mengindikasikan
untuk sementara waktu, kekuatan permintaan lebih kuat dari kekuatan
pasok (suplai).
Sebuah trend naik dikatakan masih berlaku selama harga yang tejadi
dipasar tetap berada diatas garis tren naik (uptrend line) atau setara
dengan garis tersebut. jika harga sudah melampui garis trend yang
terjadi maka dapat dipertimbangkan bahwa harga akan mengalami perubahan
tren.
b. Garis Trend Menurun (Downtrend)
Garis tren menurun (down trend) adalah kebalikan dari garis tren menaik
(Uptrendline). Syarat garis ini dibentuk jika ada minimal dua titik
harga tertinggi dari harga yang bergerak dan Titik yang kedua harus
lebih rendah dari titik yang pertama. Garis Downtrend berlaku sebagai
garis resistance, dan mengindikasikan bahwa supply(penawaran) lebih
banyak dari pada demand(permintaan) dan harga penawaran akan semakin
banyak ketika harga turun.penurunan harga di kombinasi dengan naiknya
penawaran adalah sangat bearish.dan menunjukkan kuatnya seller menekan
pasar.pecahnya garis resistance menunjukkan penawaran mulai berkurang
dan perubahan perubahan trend mulai terjadi. Untuk lebih jelas mengenai
penjelasan ini silahkan lihat artikel tentang “Dow Theory”
c. Trend Horisontal (sideaways)
Perbedaan mendasar dengan tren Menaik (uptrend) dan trend Menurun
(downtrend) adalah pada trend horizontal ini garis support dan
resistance akan berlaku sekaligus. Karena garis horizontal adalah garis
support dan garis resistance itu sendiri.
Powered by Blogger.
Forex News
Showing posts with label Dasar Analisa. Show all posts
Showing posts with label Dasar Analisa. Show all posts
9:52 AM
Indikator Forex
Secara sederhana indikator dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu
trendline indicator, oscillator dan momentum indicator.Trendline
indicator memiliki kegunaan utama untuk mengetahui trend yang sedang
terjadi dengan
rentang periode yang ada. Meskipun demikian trendline indicator dapat juga digunakan untuk mengetahui hal lainnya seperti support dan resistance point, dsb.
Indikator Oscillator memiliki ciri yang khas yaitu memiliki rentang nilai yang terbatas, biasanya 0-100. RSI, Stochastic oscillator merupakan contoh indikator jenis ini. Biasanya digunakan untuk menentukan overbought dan oversold point yang pada akhirnya akan memicu uptrend atau pun downtrend.
Momentum indicator digunakan untuk mengetahui seberapa cepat akselarasi sebuah trend sehingga kita dapat mengetahui seberapa lama trend tersebut akan berlangsung.
rentang periode yang ada. Meskipun demikian trendline indicator dapat juga digunakan untuk mengetahui hal lainnya seperti support dan resistance point, dsb.
Indikator Oscillator memiliki ciri yang khas yaitu memiliki rentang nilai yang terbatas, biasanya 0-100. RSI, Stochastic oscillator merupakan contoh indikator jenis ini. Biasanya digunakan untuk menentukan overbought dan oversold point yang pada akhirnya akan memicu uptrend atau pun downtrend.
Momentum indicator digunakan untuk mengetahui seberapa cepat akselarasi sebuah trend sehingga kita dapat mengetahui seberapa lama trend tersebut akan berlangsung.
Labels:
Dasar Analisa
9:52 AM
Kekurangan dan Kelebihan Analisis Teknikal
Trader yang sukses atau trader bukan umumnya akan berpikir lebih dari
sekedar memprediksi berjam-jam mencari rumus atau prediksi yang paling
tepat atau juga mengumpulkan setumpuk berita yang tidak akan pernah
habis, mereka pasti tahu bahwa pasar bergerak bebas baik naik maupun
turun, seratus atau 500 point ini adalah urusan pasar dan bukan urusan
kita!
Analisis tekhnikal didasari oleh asumsi yang kuat bahwa harga yang ada sudah merefleksikan semua informasi yang ada! Bagi pemegang teori ini mereka mengatakan tidaklah penting apakah informasi yang didapat adalah untuk umum atau tersembunyi khusus bagi orang-orang tertentu, jika semua informasi telah direfleksikan dalam harganya maka investors atau traders tidak akan dapat menemukan atau mengeksploitasi informasi berita yang ada. Analisis tekhnikal murni percaya bahwa pasar adalah sangat kuat merefleksikan kondisi sebenarnya dan semua informasi akan direfleksikan dalam harga. Sehingga dengan asumsi ini tekhnikalis dapat meramalkan pergerakan harga dengan informasi data yang ada.
Beberapa kelemahan Analisis Teknikal
Jika anda sangat percaya dengan analisis tekhnikal yang sekarang ini terus berkembang sebaiknya anda juga ingat bahwa analysis Tekhnikal juga mempunyai beberapa kelemahan.
Analisis tekhnikal adalah bias.
Analisis tekhnikal adalah sangat subjektif dan secara personal kondisi ini dapat direfleksikan ketika kita melakukan analisa. Ketika kita menganalisa harga dan kebetulan harga naik maka Kondisi Bias bullish akan membayangi, kemudian ketika pasar bergerak turun maka kondisi tekhnikal akan mengindikasikan turun.kenapa hal ini bisa terjadi? Karena semua analisis tekhnikal adalah mengikuti harga. Coba bayangkan kalo anda melihat grafik dan indicator menginformasikan naik kemudian anda melaksanakan transaksi beli kemudian beberapa menit kemudian harga berbalik turun dan indicator merubah arahnya menjadi turun.
Analisis Tekhnikal membuka banyak Interprestasi.
Selain bersifat bias Analisis tekhnikal juga membuka banyak intreprestasi (Penafsiran). Antara analist yang satu dengan yang lain mempuyai prediksi yang berbeda dengan melihat harga yang sama. Keduanya dapat membuat garis support dan resistance yang logis untuk membenarkan posisi mereka masing-masing. Selain itu dengan time frame yuang berbeda maka anda akan menemukan berbagai macam informasi yang berbeda-beda tergantung dari time frame yang di pergunakan. Subyektifitas dalam analisis tekhnikal ini terlihat pada saat kita mempunyai keyakinan untuk naik kemudian kita mencoba mencari indicator atau pola harga yang mendukung persepsi kita.
Sangat Terlambat
Analisis tekhnikal telah banyak di kritik karena keterlambatannya memberikan informasi. Menjadi sangat beresiko ketika anda benar-benar menjalankan transaksi ketika analisis tekhnikal benar-benar sudah konfirmasi baik time frame jangka pendek maupun jangka panjang. Anda akan menemukan bahwa apa yang anda lakukan adalah sudah terlambat. Sebaliknya jika anda mengandalkan time frame jangka pendek untuk memberikan signal yang lebih cepat maka anda akan menemukan banyak sekali signal palsu
Selalu mempuyai level harga yang berubah ubah
Ketika target harga terpenuhi, selalu ada lagi target harga yang lain yang di perhitungkan. Tekhnikalis di salahkan karena hal ini mereka tidak pernah tetap pendiriannya. Meskipun dalam kondisi Bullish selalu ada beberapa indicator dan beberapa level yang di pertimbangkan untuk opini ini.
Tidak memiliki kepastian
Tidak semua Signals technical dan pola-pola ini dapat diandalkan. Ketika anda memulai belajar analysis Tekhnikal, anda akan menemukan pola dan indicator yang tidak saling mendukung.misalnya anda akan melakukan sell karena pola yang terbentuk adalah Double Top dan harga telah menebus garis neckline.tapi setelah anda melihat indicator terenyata belum neununjukkan konfirmasi. atau mungkin dengan menggunakan Pereode waktu yang berbeda indikator dengan menggunakan indicator A kemungkianan malah mengindikasikan sebaliknya.atau anda mungkin ragu jangan-jangan harga dimana kita kita melakukan sell adalah harga Support untuk membentuk pola triple top. Hal ini yang sering membuat kebingungan di antara trader dan investor “analissi tekhnikal tidak memiliki kepastian”
Berbeda halnya jika anda selama ini belajar yang mengajarkan tentang analisis tekhnikal, anda sebaiknya perhatikan bahwa yang anda lihat adalah history data sehingga sepertinya teori yang diajarkan adalah sangat sempurna sehingga cukup mempunyai kapastian.sell ketika indikator mengatakan sell atau buy jika inidikator menginformasikan buy
Beberapa kelebihan dari Analisis Tekhnikal
Banyak sekali trader yang telah saya jumpai dan hampir semua yang pernah saya temui, mereka sangat dekat sekali dengan analisis tekhnikal, cara ini dikenal bukan hanya caranya yang praktis tetapi juga sangat menghemat waktu dibandingkan dengan analisis fundamental.
Ada beberapa alasan mengapa menggunakan analisis tekhnikal diantaranya adalah;
Fokus pada Harga
Jika tujuan kita adalah memprediksi pergerakan harga dimasa mendatang, maka masuk akal untuk memfokuskan pada pergerakan harga baik data harga masa lalu atau yang sedang terjadi. Teknikalis menganggap bahwa Pergerakan harga yang terjadi adalah refleksi dari perilaku dipasar yang ditunjukkan dengan pergerakan harga. dengan memfokuskan hanya kepada pergerakan harga maka hal ini akan jelas mempersingkat waktu dan kita tidak banyak dipusingkan dengan banyak berita-berita.
Permintaan,Penawaran dan pergerakan harga
Banyak orang yang menggunakan analisis tekhnikal mengunakan data harga open, high, low and close ketika menganalisa pergerakan harga pasar.ada informasi yang dapat diambil dari informasi harga tersebut. Meskipun data ini tidak dikatakan banyak memberikan informasi. Bagaimnapun juga memanfaatkan semua data open, high, low dan close aka merefleksikan kekuatan supply dan demand yang terjadi pasar .
Support/Resistance
Secara simple Gafik dapat membantu untuk mengidentifikasi level support dan resistance. Ini biasanya ditandai dengan harga yang beberapa pereode waktu yang relative lama bergerak dalam range harga tertertentu, ini adalah informasi buat kita bahwa kekuatan permintaan dan penawaran adalah mengalami kemacetan. Ketika harga bergerak keluar dari range harga maka ini adalah signal bahwa baik penawaran atau permintaan memulai melakukan penekanan. Jika harga sudah melewati garis atas (resistance) maka dikatakan bahwa permintaan adalah pemenangnya sedangkan sebaliknya jika harga menembus garis bawah (support) maka penawaran mempunyai control lebih terhadap permintaan.
History Harga
Grafik harga dapat memberikan banyak informasi yang bermanfaat. Membaca history data harga grafik dalam pereode waktu adalah sangat mudah. Grafik adalah lebih mudah dari pada membaca angka-angka, dengan history data ini kita dapat mengidentifikasi;
· Reaksi sebelum dan sesudah setelah level pentingnya.
· Sebelum dan pergerakan volatile sekarang..
· History volume atau level trading.
· Kekuatan relative dari harga.
Diikuti dengan Entry Point dan Exit Point
Dengan Analisis Tekhnikal kita dapat menenentukan waktu yang tepat untuk melakukan entry point maupun exit point, Beberapa analis menggunakan analisis Fundamental untuk memutuskan apa yang akan kita beli dan analisis tekhnikal dapat memutuskan kapan kita harus membeli. Ini adalah bukan rahasia bahwa waktu (Timing) merupakan kunci penting dalam menjalankan transaksi. Dengan Analisis tekhnikal kita juga dapat menentukan level support dan resistance sehingga memberikan peluang jika harga mengalami breakouts atau minimal kita telah waspada untuk melakukan transaksi diarea support atau resistance apakah harga cukup kuat untuk melakukan penembusan atau harga akan mengalami pembalikan.
Ini juga sangat penting untuk mengetahui history dari harga. Ketika harga mengalami pergerakan sempit dalam pereode waktu yang lama maka pasar sedang mengalami konsolidasi yang merupakn signal gerakan yang akan terjadi kemudian atau ketika harga bergerak tajam maka kita bisa menunggu untuk terjadi pembalikan.
Analisis tekhnikal didasari oleh asumsi yang kuat bahwa harga yang ada sudah merefleksikan semua informasi yang ada! Bagi pemegang teori ini mereka mengatakan tidaklah penting apakah informasi yang didapat adalah untuk umum atau tersembunyi khusus bagi orang-orang tertentu, jika semua informasi telah direfleksikan dalam harganya maka investors atau traders tidak akan dapat menemukan atau mengeksploitasi informasi berita yang ada. Analisis tekhnikal murni percaya bahwa pasar adalah sangat kuat merefleksikan kondisi sebenarnya dan semua informasi akan direfleksikan dalam harga. Sehingga dengan asumsi ini tekhnikalis dapat meramalkan pergerakan harga dengan informasi data yang ada.
Beberapa kelemahan Analisis Teknikal
Jika anda sangat percaya dengan analisis tekhnikal yang sekarang ini terus berkembang sebaiknya anda juga ingat bahwa analysis Tekhnikal juga mempunyai beberapa kelemahan.
Analisis tekhnikal adalah bias.
Analisis tekhnikal adalah sangat subjektif dan secara personal kondisi ini dapat direfleksikan ketika kita melakukan analisa. Ketika kita menganalisa harga dan kebetulan harga naik maka Kondisi Bias bullish akan membayangi, kemudian ketika pasar bergerak turun maka kondisi tekhnikal akan mengindikasikan turun.kenapa hal ini bisa terjadi? Karena semua analisis tekhnikal adalah mengikuti harga. Coba bayangkan kalo anda melihat grafik dan indicator menginformasikan naik kemudian anda melaksanakan transaksi beli kemudian beberapa menit kemudian harga berbalik turun dan indicator merubah arahnya menjadi turun.
Analisis Tekhnikal membuka banyak Interprestasi.
Selain bersifat bias Analisis tekhnikal juga membuka banyak intreprestasi (Penafsiran). Antara analist yang satu dengan yang lain mempuyai prediksi yang berbeda dengan melihat harga yang sama. Keduanya dapat membuat garis support dan resistance yang logis untuk membenarkan posisi mereka masing-masing. Selain itu dengan time frame yuang berbeda maka anda akan menemukan berbagai macam informasi yang berbeda-beda tergantung dari time frame yang di pergunakan. Subyektifitas dalam analisis tekhnikal ini terlihat pada saat kita mempunyai keyakinan untuk naik kemudian kita mencoba mencari indicator atau pola harga yang mendukung persepsi kita.
Sangat Terlambat
Analisis tekhnikal telah banyak di kritik karena keterlambatannya memberikan informasi. Menjadi sangat beresiko ketika anda benar-benar menjalankan transaksi ketika analisis tekhnikal benar-benar sudah konfirmasi baik time frame jangka pendek maupun jangka panjang. Anda akan menemukan bahwa apa yang anda lakukan adalah sudah terlambat. Sebaliknya jika anda mengandalkan time frame jangka pendek untuk memberikan signal yang lebih cepat maka anda akan menemukan banyak sekali signal palsu
Selalu mempuyai level harga yang berubah ubah
Ketika target harga terpenuhi, selalu ada lagi target harga yang lain yang di perhitungkan. Tekhnikalis di salahkan karena hal ini mereka tidak pernah tetap pendiriannya. Meskipun dalam kondisi Bullish selalu ada beberapa indicator dan beberapa level yang di pertimbangkan untuk opini ini.
Tidak memiliki kepastian
Tidak semua Signals technical dan pola-pola ini dapat diandalkan. Ketika anda memulai belajar analysis Tekhnikal, anda akan menemukan pola dan indicator yang tidak saling mendukung.misalnya anda akan melakukan sell karena pola yang terbentuk adalah Double Top dan harga telah menebus garis neckline.tapi setelah anda melihat indicator terenyata belum neununjukkan konfirmasi. atau mungkin dengan menggunakan Pereode waktu yang berbeda indikator dengan menggunakan indicator A kemungkianan malah mengindikasikan sebaliknya.atau anda mungkin ragu jangan-jangan harga dimana kita kita melakukan sell adalah harga Support untuk membentuk pola triple top. Hal ini yang sering membuat kebingungan di antara trader dan investor “analissi tekhnikal tidak memiliki kepastian”
Berbeda halnya jika anda selama ini belajar yang mengajarkan tentang analisis tekhnikal, anda sebaiknya perhatikan bahwa yang anda lihat adalah history data sehingga sepertinya teori yang diajarkan adalah sangat sempurna sehingga cukup mempunyai kapastian.sell ketika indikator mengatakan sell atau buy jika inidikator menginformasikan buy
Beberapa kelebihan dari Analisis Tekhnikal
Banyak sekali trader yang telah saya jumpai dan hampir semua yang pernah saya temui, mereka sangat dekat sekali dengan analisis tekhnikal, cara ini dikenal bukan hanya caranya yang praktis tetapi juga sangat menghemat waktu dibandingkan dengan analisis fundamental.
Ada beberapa alasan mengapa menggunakan analisis tekhnikal diantaranya adalah;
Fokus pada Harga
Jika tujuan kita adalah memprediksi pergerakan harga dimasa mendatang, maka masuk akal untuk memfokuskan pada pergerakan harga baik data harga masa lalu atau yang sedang terjadi. Teknikalis menganggap bahwa Pergerakan harga yang terjadi adalah refleksi dari perilaku dipasar yang ditunjukkan dengan pergerakan harga. dengan memfokuskan hanya kepada pergerakan harga maka hal ini akan jelas mempersingkat waktu dan kita tidak banyak dipusingkan dengan banyak berita-berita.
Permintaan,Penawaran dan pergerakan harga
Banyak orang yang menggunakan analisis tekhnikal mengunakan data harga open, high, low and close ketika menganalisa pergerakan harga pasar.ada informasi yang dapat diambil dari informasi harga tersebut. Meskipun data ini tidak dikatakan banyak memberikan informasi. Bagaimnapun juga memanfaatkan semua data open, high, low dan close aka merefleksikan kekuatan supply dan demand yang terjadi pasar .
Support/Resistance
Secara simple Gafik dapat membantu untuk mengidentifikasi level support dan resistance. Ini biasanya ditandai dengan harga yang beberapa pereode waktu yang relative lama bergerak dalam range harga tertertentu, ini adalah informasi buat kita bahwa kekuatan permintaan dan penawaran adalah mengalami kemacetan. Ketika harga bergerak keluar dari range harga maka ini adalah signal bahwa baik penawaran atau permintaan memulai melakukan penekanan. Jika harga sudah melewati garis atas (resistance) maka dikatakan bahwa permintaan adalah pemenangnya sedangkan sebaliknya jika harga menembus garis bawah (support) maka penawaran mempunyai control lebih terhadap permintaan.
History Harga
Grafik harga dapat memberikan banyak informasi yang bermanfaat. Membaca history data harga grafik dalam pereode waktu adalah sangat mudah. Grafik adalah lebih mudah dari pada membaca angka-angka, dengan history data ini kita dapat mengidentifikasi;
· Reaksi sebelum dan sesudah setelah level pentingnya.
· Sebelum dan pergerakan volatile sekarang..
· History volume atau level trading.
· Kekuatan relative dari harga.
Diikuti dengan Entry Point dan Exit Point
Dengan Analisis Tekhnikal kita dapat menenentukan waktu yang tepat untuk melakukan entry point maupun exit point, Beberapa analis menggunakan analisis Fundamental untuk memutuskan apa yang akan kita beli dan analisis tekhnikal dapat memutuskan kapan kita harus membeli. Ini adalah bukan rahasia bahwa waktu (Timing) merupakan kunci penting dalam menjalankan transaksi. Dengan Analisis tekhnikal kita juga dapat menentukan level support dan resistance sehingga memberikan peluang jika harga mengalami breakouts atau minimal kita telah waspada untuk melakukan transaksi diarea support atau resistance apakah harga cukup kuat untuk melakukan penembusan atau harga akan mengalami pembalikan.
Ini juga sangat penting untuk mengetahui history dari harga. Ketika harga mengalami pergerakan sempit dalam pereode waktu yang lama maka pasar sedang mengalami konsolidasi yang merupakn signal gerakan yang akan terjadi kemudian atau ketika harga bergerak tajam maka kita bisa menunggu untuk terjadi pembalikan.
Labels:
Dasar Analisa
9:41 AM
Mengenal Grafik
Apakah Grafik itu?
Harga grafik adalah serangkaian harga yang digambarkan dengan jangka waktu tertentu; atau chart adalah grafik yang menunjukkan pergerakan harga dalam pereode tertentu dan terdiri dari waktu (X-Axis) dan harga (Y-axis). Pilihan untuk waktu yang digunakan tergantung dari kita yang menggunakan. Jika kita menggunakan Chart untuk menentukan trend jangka panjang kita sebaiknya menggunakan time frame yang lebih panjang begitu juga sebaliknya jika kita ingin menentukan pergerakan jangka pendek sebaiknya kita menggunakian time frame yang lebih pendek pula.
Chart dari analisis teknikal
Kita akan menjelaskan konstruksi dari grafik line, bar dan candlestick.meskipun ada beberapa metode yang tidak kami sebutkan tetapi ini adalah yang umum.
Line Chart
Line chart menunjukkan garis yang menunjukkan harga terakhir atau harga penutupan. Harga terakhir atau harga penutupan adalah harga terakhir yang ditunjukkan dalam periode waktu tertentu.
Bar Chart
Bar Chart pada dasarnya telah menginformasikan semua harga yang terjadi berbeda dengan line chart yang hanya menunjukka harga yang terakhir atau harga penutupan. Bar chart terdari dari garis vertical yang menunjukkan harga tertingginya (High) dan harga terendahnya (Low) dalam pereode waktu tertentu, kemudian harga pembukaan dan harga penutupan ditunjukkan dengan garis pendek horizontal, isebelah kiri adalah harga pembukaan dan sebelah kanan adalah harga penutupan.

Grafik bar sangat efektif karena tidak memerlukan ruang tempat yang luas jika disbanding dengan grafik candle.
Candlestick Chart
Betuk informasi yang ditunjukkan grafik candlestick sama persis dengan garafik bar keseluruhan informasi data yang berjalan telah ditunjukkan hanya saja dalam grafik candlesticks informasi harga pembukaan dan harga penutupan ditunjukkan dengan bodi, jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan biasanya bodi candle ditunjukkan dengan blok warna, dan jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan biasanya candlestics ditunjukkan dengan warna netral atau tidak berwarna.
Contoh dalam grafik adalah

kesimpulan
Meskipun ada beberapa tekhnik grafik yang berbeda, tidak ada satu methodepun yang sempurna. Setiap metode mempunyai interprestasi yang unik, dan masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya breakout dengan candle tidak sama dengan breakout dengan grafik line. kunci untuk berhasil adalah dedikasi, fokus, dan konsisten
• Dedikasi : pelajari analsisi grafik aplikasikan pengetahuan anda dan selalu kembangkan.
• Fokus: batasi pengguanaan grafik, indicator, dan metode yang akan digunakan pelajari cara penggunannya. dan cara memanfaatkan dengan baik.
• Consistency: pelajari secara regular setiap hari akan lebih baik.
Harga grafik adalah serangkaian harga yang digambarkan dengan jangka waktu tertentu; atau chart adalah grafik yang menunjukkan pergerakan harga dalam pereode tertentu dan terdiri dari waktu (X-Axis) dan harga (Y-axis). Pilihan untuk waktu yang digunakan tergantung dari kita yang menggunakan. Jika kita menggunakan Chart untuk menentukan trend jangka panjang kita sebaiknya menggunakan time frame yang lebih panjang begitu juga sebaliknya jika kita ingin menentukan pergerakan jangka pendek sebaiknya kita menggunakian time frame yang lebih pendek pula.
Chart dari analisis teknikal
Kita akan menjelaskan konstruksi dari grafik line, bar dan candlestick.meskipun ada beberapa metode yang tidak kami sebutkan tetapi ini adalah yang umum.
Line Chart
Line chart menunjukkan garis yang menunjukkan harga terakhir atau harga penutupan. Harga terakhir atau harga penutupan adalah harga terakhir yang ditunjukkan dalam periode waktu tertentu.
Bar Chart
Bar Chart pada dasarnya telah menginformasikan semua harga yang terjadi berbeda dengan line chart yang hanya menunjukka harga yang terakhir atau harga penutupan. Bar chart terdari dari garis vertical yang menunjukkan harga tertingginya (High) dan harga terendahnya (Low) dalam pereode waktu tertentu, kemudian harga pembukaan dan harga penutupan ditunjukkan dengan garis pendek horizontal, isebelah kiri adalah harga pembukaan dan sebelah kanan adalah harga penutupan.
Grafik bar sangat efektif karena tidak memerlukan ruang tempat yang luas jika disbanding dengan grafik candle.
Candlestick Chart
Betuk informasi yang ditunjukkan grafik candlestick sama persis dengan garafik bar keseluruhan informasi data yang berjalan telah ditunjukkan hanya saja dalam grafik candlesticks informasi harga pembukaan dan harga penutupan ditunjukkan dengan bodi, jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan biasanya bodi candle ditunjukkan dengan blok warna, dan jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan biasanya candlestics ditunjukkan dengan warna netral atau tidak berwarna.
Contoh dalam grafik adalah
kesimpulan
Meskipun ada beberapa tekhnik grafik yang berbeda, tidak ada satu methodepun yang sempurna. Setiap metode mempunyai interprestasi yang unik, dan masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya breakout dengan candle tidak sama dengan breakout dengan grafik line. kunci untuk berhasil adalah dedikasi, fokus, dan konsisten
• Dedikasi : pelajari analsisi grafik aplikasikan pengetahuan anda dan selalu kembangkan.
• Fokus: batasi pengguanaan grafik, indicator, dan metode yang akan digunakan pelajari cara penggunannya. dan cara memanfaatkan dengan baik.
• Consistency: pelajari secara regular setiap hari akan lebih baik.
Labels:
Dasar Analisa
9:40 AM
Analisis Pasar
Dow Theory
Dasar Analisis Teknikal menurut teory Dow
Prinsip dasar dari analisis tekhnikal menurut teory dow adalah sebagai berikut
a. Market action discount everything
Harga yang terjadi sekarang sudah merefleksikan keseluruhan informasi, segalanya telah dicerminkan melalui supply dan demand yang pada akhirnya mempengaruhi pergerakan harga. Karena semua informasi sudah direfleksikan dalam harga, maka harga yang terjadi adalah nilai yang sebenarnya kejadian di pasar yaitu refleksi dari semua pelaku pasar termasuk trader,investor, portfolio managers, buyer, Seller, market strategist, analysts Tekhnikal,Analis fundamental ,analysts-analyst lain yang berada di pasar.
b. Price moves in trend
Hampir semua analyst setuju bahwa harga bergerak berdasarkan trend. Meskipun kebanyakan tekhnikalis juga tahu bahwa pada pereode waktu tertentu harga tidak mengalami Trend atau harga bergerak secara acak (random) dan Jika harga bergerak seperti ini (random), maka ini sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan atau merupakan waktu yang tidak tepat untuk menjalankan transaksi.
Tekhnikalis atau orang yang menggunakan analisis tekhnikal percaya bahwa sangat mungkin untuk mengidentifikasi trend. Melakukan Investasi atau transaksi berdasarkan trend dan mendapatkan keutungan karena memanfaatkan trend adalah beralasan. Karena analsisi tekhnikal yang di gunakan dapat diaplikasikan dalam beberapa pereode waktu. ini sangat mungkin untuk mengambil keuntunagn dalam jangka pendek menegah atau panjang. Contoh diatas mengambarkan harga bergerak secara natural dalam kondisi trend. Dasarnya adalah trend naik tetapi harga diselingi dengan trading ranges.trend kembali berlanjut ketika harga breaks diatas trading range. Dan mengalami trend turun ketika harga bergerak dibawah trading range.
c. Harga akan selalu bergerak dalam trend selama belum mengalami breakout (Trends exist until it is not broken)
Ciri khas dari pergerakan harga adalah terus membentuk pola trends dan kondisi trends akan berubah jika signal pembalikan sudah mengalami konfirmasi.
d. Harga selalu akan berulang (History repeats itself)
Pola pergerakan harga selalu berulang-ulang, karena berkaitan dengan tindakan psikologis manusia terhadap perubahan supply dan demand yang cenderung berulang.semua kejadian di dalam anlisis tekhnikal adalah sesuatu yang berulang sesuatu yang kita pelajari tentang analisis tekhnikal adalah mengenai pola harga yang sama. Sedangkan yang sekarang banyak indicator yang modern adalah pengembangan dari analisis tekhnikal matematis.
Elliott Wave Theory
Pada tahun 1920-1930, ada seorang yang bernama Ralp Nelson Elliot yang berpendapat bahwa perilaku pasar yang 'kacau' (chaos) tetap dapat diprediksikan. Pasar bergerak dalam formasi yang berulang. Hal ini terjadi karena emosi trader dan tekanan psikologis.elliot menjelaskan bahwa swing dalam kondisi trend (baik uptrend maupun downtrend) selalu berbentuk pola yang sama, yang dapat dibagi-bagi menjadi pola yang lebih kecil yang disebut 'waves'. Oleh karena itu, pola tersebut dinamakan Elliot Wave Theory.
Pola gelombang 5-3
Pada kondisi tren, pergerakan pasar akan membentuk formasi 5-3 waves.5 wave pattern disebut impulse.
Jika pergerakan ini dilihat dengan waktu yang lebih pendek maka akan terlihat sebagai berikut
Wave 1 Harga mulai bergerak naik, hal itu biasanya terjadi karena beberapa trader yang merasa sudah waktunya membeli.
Wave 2 pasar mulai sedikit overbought dan beberapa trader mulai melakukan take profit/aksi ambil untung. Hal itu membuat harga sempat turun, tetapi tidak sampai ke harga terendah.
Wave 3 Biasanya, itu merupakan waves yang paling panjang. Trader lain mulai menyadari adanya tren yang terbentuk dan ikut 'menunggangi' tren tersebut.
Wave 4 pada kondisi ini trader mulai mengambil untung dan beberapa trader yang lain mulai menilai bahwa harga sudah terlalu tinggi sehingga harga cenderung turun.
Wave 5 pada kondisi ini harga terus naik karena histeria trader. Mereka membeli dan membeli terus karena melihat tren yang terbentuk.
ABC CORRECTION
5-wave tren kemudian terkoreksi oleh 3-wave. Dalam kondisi sebaliknya.Pola koreksi ini terdiri dari 3 atau 5 Pola gelombang yang bergerak terhadap trend yang kuat.
Reversal dan Koreksi harga
Secara umum koreksi menurut teori Elliot wave dibagi atas 3 macam pola yaitu:
a. Zigzag
Pola koreksi zigzag menunjukkan bahwa pergerakan harga reversal yang kuat pada awal pergerakan koreksi. Awal pergerakan yang tajam yang mengawali koreksi yaitu point A menunjukkan bahwa koreksi masih ini masih bersifat sementara karena harga akan mencari keseimbangan baru yaitu point B,apakah point C bisa turun lebih jauh dari point A akan sangat tegantung dari formasi yang terbentuk dari pergerakan harga ini seca mayor.pergerakan koreksi ini seperti ini kita kenal dengan koreksi zigzag.
b. Flat
Koreksi yang mengalami pergerakan side aways menunjukan bahwa pergerakan harga tidak mengalami perlawanan yang cukup berarti, sehingga hal ini perlu diwaspadai.jika kondisi yang flat atau side aways bisa menjadi informasi bahwa harga akan berlanjut. Hal ini tergantung dari dari formasi yang dibangun pada kondisi side aways. Koreksi side aways atau menyamping bisa membentuk formasi segitiga atau membentuk pola setengah lingkaran. Sebaiknya anda berhati hati dengan pergerakan seperti ini karena bisa jadi harga masih akan berlanjut dan koreksi yang terjadi tidak mempunyai nilai yang berarti dibanding dengan resiko yang dihadaoi ketika harga melanjutkan pergerakan.
c. Segitiga
Arah dari pergerakan harga yang mengalami Koreksi dengan pola segitiga akan sangat tergantung dari formasi segitiga yang dibangun. Pola koreksi segitiga dilihat dari formasinya maka di bagi menjadi
Koreksi dengan Formasi segitiga dengan penekanan pada garis horizontal
Formasi pergerakan ini dilihat dari pergerakannya dapat di golongkan dalam koreksi side aways tetapi dilihat dari formasinya maka pola ini termasuk dalam koreksi dengan formasi segitiga.
Failures elliots
Failures elliots mengunakan istilah failures(gagal) untuk menjelaskan pola impulse dimana yang secara ekstrim gelombang yang ke 5 gagal melebihi gelombang yang ke 3 tetapi kemudian di ikuti dengan pola reversal yang kuat.
Dasar Analisis Teknikal menurut teory Dow
Prinsip dasar dari analisis tekhnikal menurut teory dow adalah sebagai berikut
a. Market action discount everything
Harga yang terjadi sekarang sudah merefleksikan keseluruhan informasi, segalanya telah dicerminkan melalui supply dan demand yang pada akhirnya mempengaruhi pergerakan harga. Karena semua informasi sudah direfleksikan dalam harga, maka harga yang terjadi adalah nilai yang sebenarnya kejadian di pasar yaitu refleksi dari semua pelaku pasar termasuk trader,investor, portfolio managers, buyer, Seller, market strategist, analysts Tekhnikal,Analis fundamental ,analysts-analyst lain yang berada di pasar.
b. Price moves in trend
Hampir semua analyst setuju bahwa harga bergerak berdasarkan trend. Meskipun kebanyakan tekhnikalis juga tahu bahwa pada pereode waktu tertentu harga tidak mengalami Trend atau harga bergerak secara acak (random) dan Jika harga bergerak seperti ini (random), maka ini sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan atau merupakan waktu yang tidak tepat untuk menjalankan transaksi.
Tekhnikalis atau orang yang menggunakan analisis tekhnikal percaya bahwa sangat mungkin untuk mengidentifikasi trend. Melakukan Investasi atau transaksi berdasarkan trend dan mendapatkan keutungan karena memanfaatkan trend adalah beralasan. Karena analsisi tekhnikal yang di gunakan dapat diaplikasikan dalam beberapa pereode waktu. ini sangat mungkin untuk mengambil keuntunagn dalam jangka pendek menegah atau panjang. Contoh diatas mengambarkan harga bergerak secara natural dalam kondisi trend. Dasarnya adalah trend naik tetapi harga diselingi dengan trading ranges.trend kembali berlanjut ketika harga breaks diatas trading range. Dan mengalami trend turun ketika harga bergerak dibawah trading range.
c. Harga akan selalu bergerak dalam trend selama belum mengalami breakout (Trends exist until it is not broken)
Ciri khas dari pergerakan harga adalah terus membentuk pola trends dan kondisi trends akan berubah jika signal pembalikan sudah mengalami konfirmasi.
d. Harga selalu akan berulang (History repeats itself)
Pola pergerakan harga selalu berulang-ulang, karena berkaitan dengan tindakan psikologis manusia terhadap perubahan supply dan demand yang cenderung berulang.semua kejadian di dalam anlisis tekhnikal adalah sesuatu yang berulang sesuatu yang kita pelajari tentang analisis tekhnikal adalah mengenai pola harga yang sama. Sedangkan yang sekarang banyak indicator yang modern adalah pengembangan dari analisis tekhnikal matematis.
Elliott Wave Theory
Pada tahun 1920-1930, ada seorang yang bernama Ralp Nelson Elliot yang berpendapat bahwa perilaku pasar yang 'kacau' (chaos) tetap dapat diprediksikan. Pasar bergerak dalam formasi yang berulang. Hal ini terjadi karena emosi trader dan tekanan psikologis.elliot menjelaskan bahwa swing dalam kondisi trend (baik uptrend maupun downtrend) selalu berbentuk pola yang sama, yang dapat dibagi-bagi menjadi pola yang lebih kecil yang disebut 'waves'. Oleh karena itu, pola tersebut dinamakan Elliot Wave Theory.
Pola gelombang 5-3
Pada kondisi tren, pergerakan pasar akan membentuk formasi 5-3 waves.5 wave pattern disebut impulse.
Jika pergerakan ini dilihat dengan waktu yang lebih pendek maka akan terlihat sebagai berikut
Wave 1 Harga mulai bergerak naik, hal itu biasanya terjadi karena beberapa trader yang merasa sudah waktunya membeli.
Wave 2 pasar mulai sedikit overbought dan beberapa trader mulai melakukan take profit/aksi ambil untung. Hal itu membuat harga sempat turun, tetapi tidak sampai ke harga terendah.
Wave 3 Biasanya, itu merupakan waves yang paling panjang. Trader lain mulai menyadari adanya tren yang terbentuk dan ikut 'menunggangi' tren tersebut.
Wave 4 pada kondisi ini trader mulai mengambil untung dan beberapa trader yang lain mulai menilai bahwa harga sudah terlalu tinggi sehingga harga cenderung turun.
Wave 5 pada kondisi ini harga terus naik karena histeria trader. Mereka membeli dan membeli terus karena melihat tren yang terbentuk.
ABC CORRECTION
5-wave tren kemudian terkoreksi oleh 3-wave. Dalam kondisi sebaliknya.Pola koreksi ini terdiri dari 3 atau 5 Pola gelombang yang bergerak terhadap trend yang kuat.
Reversal dan Koreksi harga
Secara umum koreksi menurut teori Elliot wave dibagi atas 3 macam pola yaitu:
a. Zigzag
Pola koreksi zigzag menunjukkan bahwa pergerakan harga reversal yang kuat pada awal pergerakan koreksi. Awal pergerakan yang tajam yang mengawali koreksi yaitu point A menunjukkan bahwa koreksi masih ini masih bersifat sementara karena harga akan mencari keseimbangan baru yaitu point B,apakah point C bisa turun lebih jauh dari point A akan sangat tegantung dari formasi yang terbentuk dari pergerakan harga ini seca mayor.pergerakan koreksi ini seperti ini kita kenal dengan koreksi zigzag.
b. Flat
Koreksi yang mengalami pergerakan side aways menunjukan bahwa pergerakan harga tidak mengalami perlawanan yang cukup berarti, sehingga hal ini perlu diwaspadai.jika kondisi yang flat atau side aways bisa menjadi informasi bahwa harga akan berlanjut. Hal ini tergantung dari dari formasi yang dibangun pada kondisi side aways. Koreksi side aways atau menyamping bisa membentuk formasi segitiga atau membentuk pola setengah lingkaran. Sebaiknya anda berhati hati dengan pergerakan seperti ini karena bisa jadi harga masih akan berlanjut dan koreksi yang terjadi tidak mempunyai nilai yang berarti dibanding dengan resiko yang dihadaoi ketika harga melanjutkan pergerakan.
c. Segitiga
Arah dari pergerakan harga yang mengalami Koreksi dengan pola segitiga akan sangat tergantung dari formasi segitiga yang dibangun. Pola koreksi segitiga dilihat dari formasinya maka di bagi menjadi
Koreksi dengan Formasi segitiga dengan penekanan pada garis horizontal
Formasi pergerakan ini dilihat dari pergerakannya dapat di golongkan dalam koreksi side aways tetapi dilihat dari formasinya maka pola ini termasuk dalam koreksi dengan formasi segitiga.
Failures elliots
Failures elliots mengunakan istilah failures(gagal) untuk menjelaskan pola impulse dimana yang secara ekstrim gelombang yang ke 5 gagal melebihi gelombang yang ke 3 tetapi kemudian di ikuti dengan pola reversal yang kuat.
Labels:
Dasar Analisa
9:37 AM
Dasar Analisis Teknikal
Analisis Teknikal telah menjadi sangat popular akhir-akhir ini karena
banyak orang percaya bahwa histori data dari harga merupakan indikasi
yang kuat untuk menganalisa pergerakan harga ke depan.orang yang
menggunakan analisis teknikal juga percaya harga bergerak tidak secara
acak sehingga pergerakan harga dapat diprediksi baik trend maupun
polanya.
"Apa" adalah lebih penting dari pada "Mengapa"
Dalam bukunya, The Psychology of Technical Analysis, Tony Plummer mengatakan," analisis Teknikal tahu bahwa harga adalah segalanya, tetapi tidak dengan nilainya" Teknikalis yang merupakan sebutan bagi orang yang melakukan analisis Teknikal, adalah analisis yang mempelajari mengenai dua hal berikut ini, Apa yang terjadi dengan harganya ?Apa saja history pergerakan harganya ?
Harga yang terjadi adalah refleksi transaksi antara penawaran dan permintaan dari harga yang diperdagangkan. Tujuan dari para analis adalah meramalkan arah harga kedepan. Dengan memfokuskan diharga dan hanya harga itu sendiri, Analisis tekknikal menunjukkan pendekatan langsung. Berbeda analisis Fundamental ini adalah studi mengenai pertanyaan, mengapa dengan harganya?. Pertanyaan Mengapa adalah sangat luas dan terkadang alasan dari Fundamentalis adalah sangat berprasangka. Analis teknikal percaya adalah terbaik untuk melakukan konsentrasi pada apa dan melupakan mengapa. Mengapa harganya bergerak naik? Mengapa sebelumnya harga naik ?
"Apa" adalah lebih penting dari pada "Mengapa"
Dalam bukunya, The Psychology of Technical Analysis, Tony Plummer mengatakan," analisis Teknikal tahu bahwa harga adalah segalanya, tetapi tidak dengan nilainya" Teknikalis yang merupakan sebutan bagi orang yang melakukan analisis Teknikal, adalah analisis yang mempelajari mengenai dua hal berikut ini, Apa yang terjadi dengan harganya ?Apa saja history pergerakan harganya ?
Harga yang terjadi adalah refleksi transaksi antara penawaran dan permintaan dari harga yang diperdagangkan. Tujuan dari para analis adalah meramalkan arah harga kedepan. Dengan memfokuskan diharga dan hanya harga itu sendiri, Analisis tekknikal menunjukkan pendekatan langsung. Berbeda analisis Fundamental ini adalah studi mengenai pertanyaan, mengapa dengan harganya?. Pertanyaan Mengapa adalah sangat luas dan terkadang alasan dari Fundamentalis adalah sangat berprasangka. Analis teknikal percaya adalah terbaik untuk melakukan konsentrasi pada apa dan melupakan mengapa. Mengapa harganya bergerak naik? Mengapa sebelumnya harga naik ?
Labels:
Dasar Analisa
Subscribe to:
Posts (Atom)






