News Update :
Powered by Blogger.

Forex News


Showing posts with label Pengetahuan Dasar. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan Dasar. Show all posts

Dasar Analisis Teknikal

Thursday, June 26, 2014

www.suprafx.com
Dasar Analisis Teknikal

Analisis teknikal dipercayai karena harga bergerak tidak secara acak sehingga pergerakan harga dapat diprediksi baik trend maupun polanya.

Analisis Teknikal telah menjadi sangat popular akhir-akhir ini karena banyak orang percaya bahwa histori data dari harga merupakan indikasi yang kuat untuk menganalisa pergerakan harga ke depan. Orang yang menggunakan analisis teknikal juga percaya harga bergerak tidak secara acak sehingga pergerakan harga dapat diprediksi baik trend maupun polanya.
 
"Apa" adalah lebih penting dari pada "Mengapa"

Dalam bukunya, The Psychology of Technical Analysis, Tony Plummer mengatakan," analisis Teknikal tahu bahwa harga adalah segalanya, tetapi tidak dengan nilainya" Teknikalis yang merupakan sebutan bagi orang yang melakukan analisis Teknikal, adalah analisis yang mempelajari mengenai dua hal berikut ini, Apa yang terjadi dengan harganya ?Apa saja history pergerakan harganya ?

Harga yang terjadi adalah refleksi transaksi antara penawaran dan permintaan dari harga yang diperdagangkan. Tujuan dari para analis adalah meramalkan arah harga kedepan. Dengan memfokuskan diharga dan hanya harga itu sendiri, Analisis tekknikal menunjukkan pendekatan langsung. Berbeda analisis Fundamental ini adalah studi mengenai pertanyaan, mengapa dengan harganya?.

Pertanyaan Mengapa adalah sangat luas dan terkadang alasan dari Fundamentalis adalah sangat berprasangka. Analis teknikal percaya adalah terbaik untuk melakukan konsentrasi pada apa dan melupakan mengapa. Mengapa harganya bergerak naik? Mengapa sebelumnya harga naik ?

Indikator Forex

www.suprafx.com
Indikator Forex
Secara sederhana indikator dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu trendline indicator, oscillator dan momentum indicator.

Trendline indicator memiliki kegunaan utama untuk mengetahui trend yang sedang terjadi dengan rentang periode yang ada.

Meskipun demikian trendline indicator dapat juga digunakan untuk mengetahui hal lainnya seperti support dan resistance point, dsb.
Indikator Oscillator memiliki ciri yang khas yaitu memiliki rentang nilai yang terbatas, biasanya 0-100. RSI, Stochastic oscillator merupakan contoh indikator jenis ini. 

Biasanya digunakan untuk menentukan overbought dan oversold point yang pada akhirnya akan memicu uptrend atau pun downtrend.

Momentum indicator digunakan untuk mengetahui seberapa cepat akselarasi sebuah trend sehingga kita dapat mengetahui seberapa lama trend tersebut akan berlangsung.

Mengenal Grafik

Apakah Grafik itu?
Harga grafik adalah serangkaian harga yang digambarkan dengan jangka waktu tertentu; atau chart adalah grafik yang menunjukkan pergerakan harga dalam pereode tertentu dan terdiri dari waktu (X-Axis) dan harga (Y-axis). Pilihan untuk waktu yang digunakan tergantung dari kita yang menggunakan. Jika kita menggunakan Chart untuk menentukan trend jangka panjang kita sebaiknya menggunakan time frame yang lebih panjang begitu juga sebaliknya jika kita ingin menentukan pergerakan jangka pendek sebaiknya kita menggunakian time frame yang lebih pendek pula.

Chart dari analisis teknikal
Kita akan menjelaskan konstruksi dari grafik line, bar dan candlestick.meskipun ada beberapa metode yang tidak kami sebutkan tetapi ini adalah yang umum.

Line Chart
Line chart menunjukkan garis yang menunjukkan harga terakhir atau harga penutupan. Harga terakhir atau harga penutupan adalah harga terakhir yang ditunjukkan dalam periode waktu tertentu.

Bar Chart
Bar Chart pada dasarnya telah menginformasikan semua harga yang terjadi berbeda dengan line chart yang hanya menunjukka harga yang terakhir atau harga penutupan. Bar chart terdari dari garis vertical yang menunjukkan harga tertingginya (High) dan harga terendahnya (Low) dalam pereode waktu tertentu, kemudian harga pembukaan dan harga penutupan ditunjukkan dengan garis pendek horizontal, isebelah kiri adalah harga pembukaan dan sebelah kanan adalah harga penutupan.

 

Grafik bar sangat efektif karena tidak memerlukan ruang tempat yang luas jika disbanding dengan grafik candle.

Candlestick Chart
Betuk informasi yang ditunjukkan grafik candlestick sama persis dengan garafik bar keseluruhan informasi data yang berjalan telah ditunjukkan hanya saja dalam grafik candlesticks informasi harga pembukaan dan harga penutupan ditunjukkan dengan bodi, jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan biasanya bodi candle ditunjukkan dengan blok warna, dan jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan biasanya candlestics ditunjukkan dengan warna netral atau tidak berwarna.

Contoh dalam grafik adalah

 
kesimpulan
Meskipun ada beberapa tekhnik grafik yang berbeda, tidak ada satu methodepun yang sempurna. Setiap metode mempunyai interprestasi yang unik, dan masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Misalnya breakout dengan candle tidak sama dengan breakout dengan grafik line. kunci untuk berhasil adalah dedikasi, fokus, dan konsisten

• Dedikasi : pelajari analsisi grafik aplikasikan pengetahuan anda dan selalu kembangkan.
• Fokus: batasi pengguanaan grafik, indicator, dan metode yang akan digunakan pelajari cara penggunannya. dan cara memanfaatkan dengan baik.
• Consistency: pelajari secara regular setiap hari akan lebih baik.

Trend line

Follow the Trend, istilah yang sering digunakan para Trader

Analisis Tekhnikal dibangun dengan asumsi bahwa harga bergerak berdasarkan trend. garis trend adalah alat yang sangat penting dalam analisis tekhnikal baik untuk mengidentifikasikan trend maupun di gunakan untuk mengidentifikasi harga support & Resistance. ini adalah sangat penting anda memahami tentang Support dan Resistance sebelum anda melanjutkan materi selanjutnya.
 
a. Garis Tren Meningkat (Uptrend)
Garis Trend naik adalah Garis Memiliki kemiringan (slope) positif. ada dua titik minimal yang harus dihubungkan dalam trend yang menaik, dimulai dari titik terendah yang kemudian diteruskan harga yang mengalami kenaikan dan membentuk harga terendah yang lebih tinggi dari harga terendah sebelumnya. pergerakan harga dalam trend ini akan mencapai titik harga yang lebih tinggi dari kenaikan harga sebelumnya dan setiap gerakan naik akan mencapai titik harga yang lebih tinggi setelah harga mengalami koreksi. Ini berarti, apabila harga digambarkan dalam bentuk grafik dan titik dasar harga yang terjadi secara berturut-turut lebih tinggi dari titik-titik dasar sebelumnya, maka harga dikatakan mengikuti pola tren naik.Tren naik ini mengindikasikan untuk sementara waktu, kekuatan permintaan lebih kuat dari kekuatan pasok (suplai).
Sebuah trend naik dikatakan masih berlaku selama harga yang tejadi dipasar tetap berada diatas garis tren naik (uptrend line) atau setara dengan garis tersebut. jika harga sudah melampui garis trend yang terjadi maka dapat dipertimbangkan bahwa harga akan mengalami perubahan tren.
 
b. Garis Trend Menurun (Downtrend)
Garis tren menurun (down trend) adalah kebalikan dari garis tren menaik (Uptrendline). Syarat garis ini dibentuk jika ada minimal dua titik harga tertinggi dari harga yang bergerak dan Titik yang kedua harus lebih rendah dari titik yang pertama. Garis Downtrend berlaku sebagai garis resistance, dan mengindikasikan bahwa supply(penawaran) lebih banyak dari pada demand(permintaan) dan harga penawaran akan semakin banyak ketika harga turun.penurunan harga di kombinasi dengan naiknya penawaran adalah sangat bearish.dan menunjukkan kuatnya seller menekan pasar.pecahnya garis resistance menunjukkan penawaran mulai berkurang dan perubahan perubahan trend mulai terjadi. Untuk lebih jelas mengenai penjelasan ini silahkan lihat artikel tentang “Dow Theory”

c. Trend Horisontal (sideaways)
Perbedaan mendasar dengan tren Menaik (uptrend) dan trend Menurun (downtrend) adalah pada trend horizontal ini garis support dan resistance akan berlaku sekaligus. Karena garis horizontal adalah garis support dan garis resistance itu sendiri.

Pengenalan Forex

Sebenarnya keberadaan forex trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya.

Namun, secara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Market-didirikan tahun 1972) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago Mercantile Exchange-khusus menangani produk perishable commodities).

Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange) dsb.

Perputaran uang yang terjadi pada pasar forex mencapai US$ 5 triliun per harinya (survey BIS –Bank for International Settlement– pada bulan Setember 2008). Jumlah ini 40 x lebih besar apabila dibandingkan perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun! Artinya dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat cair (liquid), dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing.

Mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro(EUR). Semua mata uang ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut pair), contohnya EUR/GBP, CHF/JPY dsb.

Lalu dari mana saya memperoleh keuntungan dari investasi ini? Secara sederhananya, keuntungan dari investasi ini diperoleh dari nilai selisih ketika kita membeli dan menjual kembali mata uang negara yang bersangkutan. Misalnya, pada bulan April Amir membeli mata uang Dollar dengan nilai tukar Rp. 8500,- per Dollar sebanyak US $1000 . Maka pada saat pembelian mata uang ini Amir mengeluarkan uang sebanyak Rp. 8500,- x 1000 = Rp 8.500.000,- Lalu pada bulan Mei, nilai tukar Dollar menguat terhadap Rupiah menjadi Rp. 9500,- per Dollarnya maka keuntungan bersih yang Amir peroleh ketika dia menjual kembali Dollarnya adalah sebesar: (9500-8500) x 1000 = Rp. 1.000.000,- Mudah dan sederhana bukan? Dan karena memang rata-rata waktu yang diperlukan untuk membeli dan menjual kembali mata uang yang bersangkutan biasanya tidak lebih dari satu bulan, maka forex trading digolongkan sebagai investasi dengan jangka waktu singkat.

Mungkin akan timbul pertanyaan demikian dari Anda: “Kalau begitu apa bedanya forex trading dengan jual beli di money changer?” Ada beberapa perbedaan mencolok antara perdagangan forex dengan money changer. Selain pasangan yang diperdagangkan adalah mata uang asing satu dengan mata uang asing lainnya (pada money changer biasanya dipadankan dengan Rupiah), forex trading tidak melibatkan perdagangan secara fisik. Dan yang lebih penting lagi karena tidak melibatkan perdagangan secara fisik, forex trading dapat dijalankan dengan sistem margin atau jaminan (margin trading).

Contohnya bila saya menginginkan membeli US$10.000, maka dengan sistem margin trading saya cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$100 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang saya peroleh dari apresiasi (kenaikan) Dollar AS adalah sama nilainya dengan US$10.000 yang saya beli. Sangat sederhana dan karena memang tidak melibatkan perdagangan dalam bentuk fisik (investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja), maka jaminan yang diberikan dapat sangat kecil yaitu hanya 1% dari jumlah yang hendak dibeli.

Membaca Quotes

Membaca Quotes atau Harga Nilai Matauang

Membaca quotes sangatlah mudah. Namun jika kita belum mengerti bisa membingungkan juga. Quotes pada transaksi forex biasa ditulis bersamaan dengan pairs nya dan selalu berubah-ubah mengikuti pasar
dari waktu ke waktu (running).
Cara membacanya cukup sederhana bila kita mengingat dua hal ini:

1. Mata uang yang pertama disebutkan adalah mata uang base-nya
2. Base currency nilainya selalu 1.
Sebagai contoh: USD/CHF 0.4623 berarti 1 Dollar AS nilainya adalah 0.4623 Swiss Franc. Apabila Dolar pada waktu berikutnya nilai USD/CHF 0.4630 itu berarti Dollar AS menguat 7 point karena bisa membeli lebih banyak Swiss Franc.
Setiap pairs ada dua harga yang ditampilkan yaitu harga beli (bid) dan harga jual (offer). Selisih diantara keduanya disebut spread. Jadi, bila kita memakai contoh diatas, USD/CHF 0.4623/28 itu artinya harga beli Dollar AS adalah 0.4623 Swiss Franc dan harga jualnya 0.4628. Spread disini nilainya 5 (..28 -..25 = 5).
Spread ditiap-tiap pialang nilainya berbeda-beda namun selalu bernilai tetap. Makin kecil spreadnya makin baik bagi nasabah.

Leverage dan Margin

www.suprafx.com
Leverage dan Margin

Perlu diketahui, Laverage berkaitan erat dengan Margin

Dalam perdagangan atau transaksi forex online trading dikenal sebuah istilah Leverage yaitu sebuah fungsi yang memungkinkan kita untuk membeli satuan kontrak pada forex dengan harga yang lebih rendah dari nilai kontrak sebenarnya atau sering disebut juga sebagai daya ungkit.

Dan leverage itu sendiri nantinya akan berhubungan erat dengan margin yang dibutuhkan, sehingga dibutuhkan pengertian secara seksama dan terintegrasi, karena disinilah letak kunci pemahaman akan margin trading itu sendiri. Dimana satuan nilai kontrak dalam forex itu ada beberapa macam, seperti :
  • 1 Lot = $100,000 (Seratus Ribu Dollar) disebut juga regular lot
  • 0,1 Lot = $10,000 (Sepuluh Ribu Dollar) disebut juga mini lot
  • 0,01 Lot = $1,000 (Seribu Dollar) disebut juga micro lot
  • 0,001 Lot = $ 100 (Seratus Dollar) disebut juga nano lot
Fitur leverage yang ditawarkan tiap broker pasti berbeda-beda, oleh karena itu anda perlu mengetahui beberapa macam leverage umum yang sering digunakan, seperti :
  • 1 : 100 = 1,00% dari nilai kontrak
  • 1 : 200 = 0,50% dari nilai kontrak
  • 1 : 400 = 0,25% dari nilai kontrak
  • 1 : 500 = 0,20% dari nilai kontrak
Perhitungan Margin
Untuk Mata Uang Indirect (USD/JPY, USD/CHF, USD/…) : RUMUS: Lot x 100,000 x % Margin.
Contoh :
Buy 0.3 lot USD/JPY di harga 121.07, dengan leverage 1:200  = 0.3 x 100,000 x 0.5%= USD 150


Untuk Mata Uang Direct (GBP/USD, EUR/USD, …/USD) :
RUMUS: Lot x 100,000 x % Margin x Market Price
Contoh:
Buy 2.1 lot EUR/USD di harga 1.3010, dengan leverage 1:500 = 2.1 x 100,000 x 0.2% x 1.3010 = USD 546.42

Untuk Mata Uang Cross Rate UMUM (GBP/JPY, EUR/GBP, dan mata uang lainnya yang bukan berbanding dengan USD) :
RUMUS: Margin untuk Cross Rate adalah dihitung dari Base Currencynya (dari mata uang yang di depan)
Contoh:
(GBP/JPY) = Base Currencynya adalah GBP
Buy 1.5 lot GBP/JPY di harga 242.65, dengan leverage 1:500 (misal di saat itu harga GBP/USD = 2.0360) = 1.5 x 100,000 x 0.2% x 2.0360 = USD 610.8

Anda tidak akan bisa order jika sisa Free Margin anda tidak mencukupi. Oleh karena itu sesuaikan penggunaan lotnya dengan kekuatan modal anda.

Ilustrasi Penggunaan Leverage & Margin
ILUSTRASI (contoh dengan setting leverage 1:500 di account anda) Anda ingin membeli $100,000 USD/JPY di market (atau = 1 lot regular), Anda tidak perlu mengeluarkan uang modal sebesar $100,000 tersebut, Tetapi anda cukup mengeluarkan uang sebesar jaminannya saja yaitu 0.2% nya dari margin 0.2%).$100,000 yaitu $200 saja. (contoh untuk leverage 1:500 Dan bila anda mendapatkan profit dari transaksi tersebut, maka hasil yang anda dapat akan sama besarnya seperti halnya anda bertrading dengan bermodal langsung $100,000 tersebut di market tanpa leverage.

Dan bila rugi pun, anda juga hanya rugi sebesar $200 tersebut dan bukan $100,000. (anda juga bisa membatasi kerugian anda dengan Stop Loss) Sehingga perdagangan di Forex Modern ini lebih menguntungkan dan beresiko lebih rendah daripada jenis yang Tradisional karena adanya fasilitas Leverage dan Margin di Forex Modern tersebut. Disamping itu
potensi hasil (Gain) yang didapat pun juga sama besarnya.

Dengan fasilitas Leverage yang tinggi juga dapat meningkatkan ketahanan point anda.

Rumusnya sederhana (masih patokan Standar lot yah) :
1. waktu OP 1 lot ($100,000), bagikan lot kita dengan leverage kita yang sebelah kanan. Nah kita bisa tahu berapa duit kita yg diperlukan untuk OP.
misal 1:100 berarti 100,000 / 100 = (1,000) berarti kita perlu 1,000 usd untuk bisa OP 1 lot.
misal 1:200 berarti 100,000 / 200 = (500) berarti kita perlu 500 usd untuk bisa OP 1 lot.
misal 1:500 berarti 100,000 / 500 = (200) berarti kita perlu 200 usd untuk bisa OP 1 lot.

Leverage is a two-eyed knife
Semakin tinggi ratio leverage, semakin panjang pisau itu.
Kalo kita profit, market maker akan tertusuk dan sebaliknya.
semakin tinggi leverage, semakin dalam tusukan pisau itu.

Leverage juga mempengaruhi nilai profit/loss, semakin tinggi leverage, semakin tinggi angka profit dan loss (P/L). (menggiurkan, dan sekaligus mematikan dalam arti bila kita tidak cermat dalam me-manage-nya.

Studi kasus:
Kita pake GBP/USD biar angka P/L nya bulat. (ingat patokan 1 lot standar)
(anggap Risk/Reward kita 1:1, supaya gampang bacanya.
Risk : Reward 1:1 / target 100 pips for TP and SL.
Leverage 1:100 -- Profit $1000 dan bila Loss juga $1000
Leverage 1:200 -- Profit $2000 dan bila Loss juga $2000
Leverage 1:500 -- Profit $5000 dan bila Loss juga $5000

Istilah Forex

www.suprafx.com
Istilah Forex

Banyak istilah forex yang asing bagi para pemula. 


Berikut ini akan kami jelaskan sejumlah istilah-istilah yang ada pada forex yang perlu Anda ketahui dan pahami sebelum Anda melakukan trading.

Forex adalah sebuah investasi yang memperdagangkan mata uang satu dengan mata uang lainnya. Merupakan singkatan dari Foreign Exhange atau pertukaran mata uang asing. Jika pada transaksi di money changer atau bank untuk jual beli antara US Dollar dengan Rupiah, maka disebut transaksi Forex 'Spot' (jual beli terjadi ditempat - serah terima terjadi di tempat). Transaksi Forex yang non-Spot adalah transaksi jual beli kontrak mata uang, jadi tidak langsung serah terima barang, hanya kontraknya saja.

Lot, Kontrak Mini dan Kontrak Standard / Regular
Jika kita membeli minyak, ukurannya adalah liter, jika gula pasir maka ukurannya adalah kilogram. Untuk forex ukurannya disebut Lot. Berapa  sih besar 1 Lot itu? Jika di dunia Saham 1 Lot = 500 lembar saham, pada Forex 1 Lot = 10.000 mata uang bersangkutan, misal 1 Lot USD/JPY = 10.000USD dan 1 Lot GBP/USD = 10.000 GBP. Ukuran 1 Lot = 10.000 disebut Kontrak Mini, mengapa disebut Mini? Karena sebelumnya dalam dunia forex itu 1 Lot = 100.000 mata uang bersangkutan (disebut juga Kontrak Standard/Regular), kemudian karena tingginya minat dalam forex trading maka dibuat kontrak mini dimana 1 Lot = 10.000 mata uang bersangkutan

Margin
adalah jaminan dalam trading forex, anggaplah seperti Uang Muka pembelian sebuah rumah. Ketika Anda menyerahkan uang muka pembelian rumah sebesar 30 juta rupiah untuk rumah seharga 100 juta rupiah maka kita mendapatkan Kontrak perjanjian jual beli, secara hukum Anda pemilik sah rumah tersebut meskipun hanya memegang kontraknya. Kontrak ini dapat Anda jual pada harga penuh pada orang lain, misalnya menjadi 120 juta. Anda akan mendapatkan keuntungan bersih 20 juta (120 - 100jt). Hal yang sama berlaku dalam forex, yang diperdagangkan adalah kontrak mata uang, misal USD/JPY maka nilai 1 lot kontraknya adalah USD 10.000, untuk mendapatkannya kita cukup mengeluarkan margin (uang muka) sebesar USD 100.  Mengapa USD 100? Ini terkait dengan Leverage yang dibahas di bawah.

Margin disetorkan saat membuka posisi dan kemudian akan dikembalikan saat menutup posisi, sama seperti transaksi jual beli rumah tadi. Anda menyetor uang 30 juta saat membeli kemudian dijual kembali seharga 120 juta, saat Anda menerima uang 120 juta, maka 100juta kita serahkan pada penjual pertama dan penjual mengembalikan uang muka (modal awal) sebesar 30jt dan kita memiliki uang 30 juta dari modal awal dan kelebihan 20 juta.

Leverage
Adalah daya ungkit dalam trading Forex yaitu rasio untuk menentukan berapa margin (uang muka) yang diperlukan dalam melakukan transaksi, dimana rasio tersebut akan dikalikan dengan kontrak size. Contoh: Leverage 1:200 pada kontrak mini account 10.000 maka margin yang digunakan adalah (1/200) x 10.000 = 50 satuan mata uang yang diperdagangkan.

Misal membuka posisi USD/JPY sebesar 1 lot untuk kontrak mini, maka yang dibeli adalah 10.000 USD, margin yang diperlukan adalah sebesar 1/200 x USD 10.000 =  USD 50. Jika bertrading dengan GBP/USD maka margin yang digunakan adalah sebesar 50 Poundsterling. Untuk Standard account, kontrak yang digunakan adalah 100.000 dengan Leverage 1:100, jadi 1 lot USD/JPY = USD 100.000 dan margin yang diperlukan 1/200 x USD 100.000 = USD 1000

Buy
adalah posisi dalam Forex Trading untuk Beli dan dilakukan jika harga diperkirakan akan naik. Singkatnya beli saat murah dan jual saat mahal, keuntungan Anda adalah selisih antara harga saat beli dengan saat jual kembali

Sell
adalah posisi dalam Forex Trading untuk Jual dan dilakukan jika harga diperkirakan akan turun sehingga ketika harga turun Anda dapat menutup posisi Sell anda dengan Buy yang lebih rendah. Singkatnya seperti konsinyasi, kita jual terlebih dahulu dengan harga mahal (pinjam) dan kemudian kita beli kembali ketika harga murah, selisihnya menjadi keuntungan kita. Baca lebih jauh di Two Way Opportunity

Order dan Posisi
Order adalah pesanan untuk membeli atau menjual pada harga tertentu namun jika Order yang disampaikan ternyata 'match' atau 'ada lawannya', contoh jika Anda order beli pada harga 9500 dan kebetulan ada yang mau jual pada harga yang sama, maka Order menjadi Posisi.  Jadi selama pesanan belum 'match' maka namanya tetap order namun sesudah 'match' maka sekarang menjadi Posisi. Untuk menjual kembali posisi yang sudah Anda miliki (tutup posisi) maka dapat dilakukan dengan melakukan Order kembali tapi dengan arah berlawaran (jika posisi Buy maka ditutup dengan Sell dan sebaliknya)

Floating Loss/Profit dan Realized
Saat Anda mempunyai posisi beli di 9500 dan kemudian harga bergerak turun menjadi 9000, maka jika dihitung perkiraan kerugian Anda adalah 9000-9500 = -500. Namun nilai tersebut masih bisa berubah besok, entah bertambah turun menjadi 8700 atau kembali naik menjadi 9700. Nah, nilai -500 pada saat ini disebut Floating Loss (Rugi), jika nilainya positif, misalnya harga sekarang menjadi 10.000 maka selisihnya 10.000 - 9500 = +1000 disebut Floating Profit. Jika Anda memutuskan untuk menjual / menutup posisi Anda pada saat harga sedang 10.000, maka nilai +1.000 menjadi Realized Profit (bukan lagi Floating/mengambang tapi sudah menjadi Real/Nyata)

Pip
adalah nilai 1 poin naik atau turunnya pergerakan harga. Untuk mini account, nilai 1 poinnya adalah $1, untuk standart account adalah $10.

Analisa Teknikal
adalah sebuah analisa dalam Forex trading untuk mengukur pergerakan harga melalui grafik harga. Hal-hal yang patut diketahui dari analisa teknikal ini adalah trend, kejenuhan, support, ressisten, dan Pivot Point.

Analisa Fundamental
adalah sebuah analisa dalam Forex trading untuk memprediksi pergerakan harga berdasar berita-berita Fundamental. Berita Fundamental disini berupa berita ekonomi, poltik, dan keamanan yang mempengaruhi pergerakan harga.

Resistance
adalah batas harga atas yang merupakan harga psikologis, contohnya saat ini (tahun 2010) nilai tukar dollar adalah 9000 dan memiliki batas harga atas (resistance) 10.000 Rupiah, yang bisa diartikan kalau sampai harga tukar dollar menembus harga 10.000 rupiah maka ada kemungkinan akan naik terus menjauhi 10.000 tapi selama belum menyentuh 10.000 kemungkinan harga hanya akan bergerak naik turun di bawah 10.000.

Support
adalah batas harga bawah yang merupakan pasangan dari resistance (atas), contohnya saat ini (tahun 2010) nilai tukar dollar memiliki batas harga bawah (support) 8.500 Rupiah, yang bisa diartikan kalau sampai harga tukar dollar turun menembus harga 8.500 rupiah maka ada kemungkinan akan turun terus menjauhi 8500 tapi selama belum menyentuh 8500 kemungkinan harga hanya akan bergerak naik turun di atas 8500 (support) dan di bawah 10.000.(resistance)

Zig Zag
adalah sebuah perangkat analisa teknikal untuk mengetahui trend sekaligus support-ressisten harga.

==Tambahan Istilah==
Dalam bertransaksi Pasar Berjangka (Futures Market) secara online terdapat begitu banyak istilah yang harus kita kuasai supaya kita benar-benar paham dan dapat menyusun strategi dalam bertransaksi. Banyak istilah dalam trading yang harus diketahui trader, khususnya pemula:  Istilah-istilah tersebut adalah :

1.      Trader

Pelaku transaksi Pasar Berjangka.

2.      Broker

Perantara transaksi Pasar Berjangka. Seorang Trader selalu menggunakan jasa broker dalam melaksanakan transaksi di Pasar Berjangka.

3.      Komoditi

Obyek yang diperdagangkan. Contohnya : Emas (XAUUSD), Silver (XAGUSD), Indeks Saham (Hangseng, Nikkei, Kospi), Mata Uang Asing (GBPUSD, EURUSD, USDJPY, dll).

4.      Order

Permintaan transaksi. Order ada dua macam, yaitu order beli (buy) dan order jual (sell).  Contoh : Jika kita ingin posisi beli Emas, maka kita posisi buy XAUUSD. Tapi, jika kita ingin posisi jual emas, maka kita posisi sell XAUUSD.

5.      Bid / Ask

Pasangan harga jual/beli. Jika kita ingin posisi jual, maka kita menggunakan harga Bid. Jika kita ingin posisi beli, maka kita menggunakan harga Ask. Contoh : Harga GBPUSD 1.5250/03, artinya, Jika kita ingin menjual GBPUSD, maka menggunakan harga Bid 1.5250 dan jika kita ingin membeli GBPUSD, maka menggunakan harga Ask 1.5253.

6.      Spread

Selisih antara harga jual dan harga beli. Contoh : Harga GBPUSD 1.5250/03, artinya selisih antara harga jual dan beli adalah 3 pips.

7.      Account

Rekening. Ada beberapa jenis account dalam transaksi Derrivative Market, yaitu :

-          Micro Account. Minimum transaksi adalah 0.01 lot.

-          Mini Account. Minimum transaksi adalah 0.1 lot.

-          Reguler Account. Minimum transaksi adalah 1 lot.

Perlu kita ketahui juga bahwa dalam transaksi online, terdapat dua istilah lain, yaitu :

-          Demo Account. Transaksi yang dilakukan menggunakan dana simulasi.

-          Real Account. Transaksi yang dilakukan menggunakan dana real.

8.      Deposit

Jumlah dana yang kita setorkan ke account nasabah.

9.      Equity

Jumlah dana yang siap untuk dijadikan margin atau jaminan.

10.  Open Position

Transaksi yang sedang berjalan. Contoh : kita melakukan buy XAUUSD $1,600.00 sebesar 1 lot. Artinya, kita memiliki open position buy XAUUSD sebesar 1 lot di $1,600.00.

11.  Floating

Potensi untung atau rugi dari sebuah Open Position. Contoh : sell GBPUSD 1 lot di 1.5900. Harga sekarang 1.5800, artinya kita memiliki floating / potensi untung sebesar 100 pips.

12.  Close Position

Tindakan untuk menutup posisi transaksi yang kita miliki. Contoh : kita melakukan posisi sell GBPUSD 1 lot di 1.5900. Kemudian harga di 1.5850 dan kita menutup / melikuidasi posisi. Itu artinya, kita mendapatkan keuntungan 50 pips.

13.  Free Margin

Sisa dana yang kita miliki untuk dapat membuka transaksi baru selain transaksi yang sedang berjalan.

14.  Margin Call

Peringatan yang datang dari broker yang disebabkan oleh margin yang kita miliki tidak dapat digunakan untuk membuka posisi baru lagi.  

15.  Inject

Tindakan menambah dana ke account kita supaya kita dapat melakukan transaksi kembali.

16.  Take Profit

Merealisasikan keuntungan. Contoh : Jika kita memiliki posisi buy GBPUSD 1 lot di 1.5900, kemudian harga sekarang 1.5950. artinya, kita mendapatkan potensi keuntungan sebesar 50 pips. Hal tersebut belum menjadi keuntungan apabila kita tidak menutup posisi keuntungan kita. Tindakan menutup transaksi tersebut dinamakan Take Profit. Take Profit ditandai dengan bertambahnya saldo Equity kita.

17.  Stop Loss

Tindakan merealisasikan kerugian.  Contoh : Jika kita memiliki posisi buy GBPUSD 1 lot di 1.5900, kemudian harga sekarang 1.5850. artinya, kita mendapatkan potensi kerugian sebesar 50 pips. Hal tersebut belum menjadi kerugian apabila kita tidak menutup posisi kerugian kita. Tindakan menutup transaksi tersebut dinamakan Stop Loss. Stop Loss ditandai dengan berkurangnya saldo Equity kita.

18.  Swap

Bunga yang kita bayarkan atau kita dapatkan dari transaksi terbuka kita. Bunga dihitung sejak hari Senin sampai Jumat tetapi pada hari Rabu ke Kamis beban bunga tiga kali lipat, sehingga beban bunga dalam satu minggu adalah tujuh kali.

19.  Komisi

Jumlah dana yang harus kita bayarkan setiap kita melakukan transaksi.

20.  Over Night

Transaksi yang dibiarkan terbuka hingga berganti hari.
FBS Bisa Daftar Klik Banner ini
 
© Copyright 2014 Blog Instaforex Indonesia