News Update :
Powered by Blogger.

Forex News


Showing posts with label biografi. Show all posts
Showing posts with label biografi. Show all posts

Mengenal Kathleen Brooks, Tokoh Forex Wanita Penuh Inspirasi

Monday, March 13, 2017

Pengalaman orang lain adalah guru yang paling berharga, setuju kan ?

Pengalaman para tokoh di dunia trading selalu bermanfaat untuk dijadikan teladan. Baik itu cerita kesuksesan maupun kisah kegagalan, banyak pelajaran yang bisa dipetik darinya. Kali ini, sumber inspirasi trading datang dari Kathleen Brooks, figur wanita yang dikenal lihai dalam memberikan analisa dan komentar-komentar mengenai isu fundamental penting. Sebelum mengungkap tips-tips inspiratif darinya, mari kita mengenal lebih dekat sosok Kathleen Brooks.
Tokoh Forex Wanita - Kathleen Brooks


Siapakah Kathleen Brooks?

Kathleen Brooks adalah direktur peneliti di FOREX.com, yang sebelumnya telah berpengalaman menjadi analis trading di perusahaan multinasional BP (British Petroleum). Lulusan Trinity College dan Columbia University itu merupakan "wajah familiar" di media-media finansial bergengsi, seperti CNBC, Bloomberg, BBC, Sky News, serta Fox Business.
Analis asal Inggris ini diakui akan keahliannya dalam menyampaikan dan menerjemahkan isu-isu rumit menjadi persoalan yang mudah dipahami. Karena itu, Kathleen Brooks diperhitungkan sebagai salah satu komentator forex wanita paling disegani. Jangkauan analisanya tak cuma mencakup pasar forex, tapi juga saham dan komoditas.

Selain aktif menjadi analis dan pembicara, Kathleen Brooks rutin membagikan analisa dan berbagai inspirasi trading lewat tulisan. Ia pernah menjadi salah satu penulis utama di media City A.M, serta menerbitkan buku "Kathleen Brooks on Forex: A simple approach to trading foreign exchange using fundamental and technical analysis" di tahun 2013.
Sesuai judulnya, buku forex itu mengungkap pelajaran dan cara trading sederhana yang ditujukan untuk para pemula. Hingga saat ini, coretan analisa dan beragam tips trading dari Kathleen Brooks masih dimuat di situs-situs forex populer seperti FXStreet, Investing, Trade2Win, dan MoneyShow.


Kunci Sukses Trading Menurut Kathleen Brooks

Berbicara dari pengalaman pribadi, Kathleen Brooks mengaku bahwa transisinya ke trading retail disambut oleh berbagai rintangan. "Ketika Anda memulai karir sebagai analis di tingkat institusional, dengan latar pengetahuan yang didominasi oleh fundamental, Anda akan diasingkan dan dianggap ketinggalan zaman," demikian akunya.

Bertekad membuktikan diri, Kathleen Brooks kemudian mendalami analisa teknikal, pemahaman intermarket, dan strategi-strategi kompleks berbasis teknikal. Tak sia-sia, keahlian barunya di ranah-ranah tersebut mampu melengkapi pengetahuan fundamental yang sebelumnya sudah ia miliki. Pengalaman itulah yang kemudian membentuk persepsi Kathleen Brooks.

"Banyak trader menjadi penganut murni dari aliran fundamental ataupun teknikal, tapi saya tidak akan begitu. Saya lebih suka mengambil yang terbaik dari keduanya," ujar Kathleen Brooks. Bercermin dari prinsip tersebut, tokoh forex wanita ini memiliki filosofi analisa sebagai berikut:

"Fundamental menentukan trend jangka menengah, sedangkan teknikal mengarahkan trend jangka pendek. Bagi trader forex, pergerakan short-term merupakan tempat untuk mencari peluang profit, sedangkan outlook jangka panjang bisa menjadi basis dalam menempatkan sentimen."

Meski turut memperhitungkan teknikal, pengalaman berharga di level institusi dan retail pada akhirnya tetap menuntun tokoh forex wanita ini pada satu kesimpulan: berita ekonomi dan event fundamental penting adalah penggerak utama pasar. Menurutnya, kemampuan merespon rilis berita forex adalah kunci terpenting jika seorang trader forex ingin meraih kesuksesan, sekalipun ia adalah teknikalis sejati.

Di samping persepsi mengenai kunci sukses, Kathleen Brooks punya beberapa insipirasi trading yang sungguh unik dan bermanfaat. Berikut ini adalah 3 contoh inspirasi yang pernah diungkapkan tokoh forex wanita tersebut.


Inspirasi Trading Pertama: Profit Tak Selalu Bergantung Pada Trend

Ya, trend memang memberikan banyak peluang meraih profit besar, tapi bukan berarti setiap trader harus menunggu terbentuknya trend untuk dapat memperoleh keuntungan. Ketika pair forex andalan Anda sedang bergerak sideways, bersikaplah fleksibel. Amati bagaimana pergerakan harga di beberapa time frame sekaligus, dan gunakan indikator teknikal yang tepat.
Kunci Profit Kathleen Brooks

Kathleen Brooks memberikan contoh insipirasi trading ini melalui analisa EUR/USD berikut:
Pada time frame mingguan, EUR/USD tampak bergerak sideways. Harga membentuk pola double top yang menguji resistance 1.5000. Secara umum, kondisi itu mencerminkan kemungkinan penurunan. Namun setelah dilhat di time frame harian, pair tersebut ternyata masih berada dalam trend bullish. Jadi meskipun outlook jangka panjang EUR/USD relatif bearish, harga tak akan begitu saja turun dan menciptakan downtrend yang signifikan.

Untuk merespon situasi tersebut, Kathleen Brooks kemudian menggunakan tool andalannya saat pasar ranging, yakni Fibonacci dan Pivot Point. Strateginya tak jauh berbeda dengan metode penggunaan Fibonacci dan Pivot Point secara umum, yang bisa Anda pelajari di artikel-artikel berikut:


Inspirasi Trading Kedua: Jangan Terlalu Percaya Safe Haven

Inspirasi trading ini berhubungan dengan cara menghadapi gejolak pasar saat isu politik berperan dominan. Paham tradisional biasanya mengarahkan investor untuk berpihak pada aset-aset yang dianggap safe haven (Emas, Franc Swiss, dsb.). Namun menurut Kathleen brroks, prinsip itu tak selalu relevan dengan keadaan sebenarnya.
Safe Haven Dalam Pandangan Kathleen Brooks
Ia mengambil contoh inspirasi trading dari krisis utang yang membelit negara-negara Eropa di tahun 2011. Saat itu, baik Emas maupun CHF dianggapnya gagal menampilkan performa yang memuaskan. Setelah melesat hampir 30 persen, XAU/USD "menjadi korban dari kesuksesannya sendiri", ketika di bulan September investor ramai-ramai mengambil aksi profit taking. Sementara itu, penguatan CHF dihadang oleh Bank Sentral Swiss (SNB) yang melakukan intervensi karena khawatir EUR/CHF mencapai paritas.

Pelajarannya, safe haven memang menjadi "tempat pelarian" saat pasar finansial mengalami gejolak dan diliputi banyak ketidakpastian. Namun demikian, sebaiknya jangan menempatkan semua investasi Anda pada jenis aset ini saat pasar dilanda kecemasan, karena ada kemungkinan-kemungkinan lain yang membuat safe haven tak lagi dapat terlalu diandalkan sebagai "tempat berlindung".


Inspirasi Trading Ketiga: Utamakan Kesabaran

"Overtrading adalah kesalahan terbesar dalam trading. Bertindak sebelum waktunya, tak peduli se-fantastis apapun ide yang mendasarinya, akan berujung pada kerugian besar," kata Kathlyn Brooks. Tokoh forex yang terlibat dalam penulisan buku "Currency Trading For Dummies, 3rd edition" ini menekankan bahwa trader tak bisa bermodalkan ide saja, karena market tidak digerakkan oleh ide seorang trader.

Dalam mengungkapkan insipirasi trading ini, Kathleen Brooks bercermin pada prinsip Jesse Livermore, trader legendaris yang sukses besar karena selalu mempelajari market dan menunggu momen tepat sebelum beraksi. Lalu bagaimana cara mengetahui saat paling tepat untuk membuka posisi? Menurut Kathleen, ada 4 langkah yang bisa dilakukan, yaitu:
  1. Memilih pair ideal
  2. Menganalisa level-level penting dan mengamati pola chart yang terbentuk dari pergerakan harga di pair tersebut.
  3. Memantau harga atau memasang alarm untuk mengantisipasi penutupan harga di atas atau di bawah level penting.
  4. Cek kalender ekonomi untuk melihat apakah ada rilis data penting yang bisa mendorong harga mencapai target Anda.
Trading menyimpan banyak kesulitan dan tantangan. Bagi Kathleen Brooks, itulah alasan mengapa orang-orang sukses tertarik dengan bidang ini. Jika Anda terlalu tidak sabaran dan kurang telaten menerapkan langkah-langkah di atas, maka artinya Anda belum melangkah di jalur keberhasilan.


Nasihat Untuk Trader Forex Part-time

Sadar akan kesibukan setiap trader yang bisa bervariasi, Kathleen Brooks berpendapat jika fokus full time bukanlah sesuatu yang harus dilakukan semua trader. "Bagi Anda yang sibuk karena punya pekerjaan selain trading, aturlah waktu sebaik mungkin. Lihatlah pada hal yang benar-benar penting, jangan asal mengikuti setiap informasi dan rumor pasar. Dengan cara itu, akan lebih mudah bagi Anda untuk menganalisa harga dan bersikap bijak dalam membuat keputusan trading," kata Kathleen Brooks. [sumber: seputarforex]

Analisa Fundamental Bawa 3 Orang Ini Jadi Trader Legendaris

Friday, September 30, 2016

Analisa fundamental, penting tapi seringkali dilupakan. Selama menjadi trader ritel, kapan terakhir kali Anda menelisik berita ekonomi untuk mendapat informasi mengenai kondisi ekonomi negara-negara pair major terkini? Tahukan Anda, bahwa 3 orang (yang awalnya) awam ini mampu menjadi trader legendaris dengan mengandalkan ketajaman analisa fundamental?


Analisa fundamental pada praktiknya sebenarnya berpangkal pada ketelitian trader untuk mengevaluasi "nilai hakiki" (intrinsic value) pada suatu instrumen finansial. Dari situ trader fundamentalis dapat mendeteksi sejauh mana mispricing (kesenjangan harga) telah bergerak menjauh dari nilai hakikinya. Mereka dapat mengantongi profit dalam jumlah besar karena sesuai dengan hukum permintaan versus persediaan harga akan terkoreksi kembali ke posisi nilai hakiki tersebut.
Anda masih tidak percaya terhadap keampuhan analisa fundamental? Simak dulu pengakuan tiga trader legendaris berikut.

Inilah Pandangan 3 Trader Legendaris Terhadap Analisa Fundamental
Analisa Fundamental sebenarnya telah menjadi pegangan para trader profesional sebelum analisa teknikal menjadi populer. Hal tersebut dikarenakan mispricing seringkali terjadi di kala banyak trader lain tidak mendapat akses berita atau informasi secara lengkap. Jadi tidak heran bila harga suatu instrumen finansial (saham, komoditas, dsb) seringkali "tergoreng" sampai pada titik harga nadirnya.
Di situlah para fundamentalis handal menganalisa harga sejati dari instrumen hasil "goreng-gorengan" tersebut. Mereka memasang posisi dari titik harga nadir, lalu posisi dipertahankan sampai harga kembali terkoreksi ke harga hakikinya.

1. Benjamin Graham
Masalah harga hakiki vs. mispricing dibahas secara mendetail oleh salah satu trader legendaris, Benjamin Graham, dalam bukunya "Security Analysis" pada tahun 1934 dan "The Intelligent Investor" pada tahun 1949. Hingga saat ini, kedua buku tersebut masih dicetak karena dinilai sebagai salah satu panduan investasi klasik terbaik.

Benjamin Graham menyebutkan bahwa harga-harga saham di bursa kebanyakan salah, dan tidak mencerminkan nilai hakiki suatu perusahaan. Meskipun opini tersebut kontroversial, namun seringkali pada kenyataannya terbukti karena keberadaan insider trading yang memaanfatkan orang dalam untuk mendapat informasi aktual.

Oleh karena itu Benjamin Graham seringkali mengingatkan untuk waspada ketika harga tiba-tiba melesat naik ataupun turun tajam. Sebagai investor cerdas Anda harus meniliti dengan analisa fundamental; apakah perubahan harga fluktuatif tersebut sejatinya mencerminkan nilai hakikinya atau sekedar hanya "goreng-gorengan" belaka.

2. Warren Buffet
Buah tidak jatuh dari pohonnya. Warren Buffet menurunkan prinsip-prinsip analisa fundamental dari gurunya, Benjamin Graham. Kedua trader legendaris tersebut menekankan esensi analisa fundamental sebagai penentu nilai intrinsik suatu instrumen finansial/sekuritas.

Warren Buffet mampu mengeruk profit dalam jumlah fantastis setiap tahunnya karena kelihaiannya dalam menganalisa fundamental nilai intrinsik suatu perusahaan dengan prinsip Value Investing. Dengan prinsip tersebut dia dapat menemukan "Hidden Gems" pada skema investasinya. Permata tersembunyi tersebut antara lain adalah perusahaan-perusahaan tak populer atau terlupakan dengan rasio P/E dan P/B rendah, namun memiliki banyak asset potensial. Biasanya harga saham perusahaan-perusahaan tersebut akan tergelincir setelah melewati periode IPO.

Di mana trader-trader umum mulai melepas saham pada perusahaan-perusahaan "hidden gems" tersebut, Warren Buffet justru mempertimbangkan untuk membeli saham di saat harga hakikinya sebenarnya lebih tinggi dari harga terendahnya (harga listing di bursa).

Dari situ Warren Buffet mendapatkan return dalam jumlah besar karena dengan membeli harga saham murah dalam volume raksasa, akhirnya perusahaan bak permata tersembunyi tadi mulai bangkit meningkatkan performa output produksinya.

Sebagai trader ritel Anda akan menemukan kesulitan dalam menirukan langkah-langkah investasi sang trader legendaris karena keterbatasan modal. Alternatifnya Anda dapat berinvestasi pada hedge funds dengan kebijakan investasi yang meniru langkah-langkah Warren Buffet.

3. George Soros
Jika Anda sudah lama bergelut dalam trading Forex, pasti Anda sudah pernah mendengar nama trader legendaris, George Soros. Salah satu kiprahnya dalam pasar Forex adalah peristiwa "Black Wednesday" di mana dia berhasil mengantongi USD 1 Milyar dan memaksa Bank Sentral Inggris (BoE) keluar dari mekanisme ERM (cikal bakal Euro).

Kesuksesan George Soros terletak pada aplikasi teori refleksif di mana dia mendeteksi gelembung-gelembung ekonomi pada suatu negara yang sudah mencapai titik nadirnya. Semakin cepat perekonomian suatu negara berekspansi melebihi kapasitas fundamentalnya, maka kemungkinan negara tersebut terperosok resesi akan semakin besar. Misalnya saat AS mengalami resesi akibat housing bubble pada tahun 2007.

Teori refleksif pada dasarnya juga masih berpangkal pada analisa fundamental. Mispricing pada pasar Forex relatif sering muncul terutama pada saat rilis news berdampak tinggi. Dengan teori refleksif, trader profesional mampu "menyaring" noise akibat rilis berita tersebut dengan analisa fundamental.

Kesimpulan
Analisa teknikal belakangan ini menjadi sangat populer karena tersedianya panduan penggunaan beragam indikator ataupun analisa grafis pada chart. Akibatnya, banyak trader pemula lebih mendahulukan belajar analisa teknikal daripada analisa fundamentalis, toh kata mereka belajar analisa fundamentalis itu sulit dan "ruwet".

Meskipun begitu, analisa fundamental sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari proses analisa pasar forex jangka pendek atau jangka panjang. Karena ketrampilan untuk menemukan dan memantau mispricing vs intrinsic value secara ekslusif hanya diperoleh dari ketajaman analisa fundamental.
[sumber: seputarforex]

Sigit Purnomo: Sang Ninjaa Trader Forex Sukses Anti "Lebay"

Monday, August 15, 2016

Sudah banyak sekali trader forex sukses mancanegara yang sering diulas oleh Seputar Forex, baik trader fundamental maupun teknikal, trader pria maupun trader wanita. Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan trader forex dalam negeri sendiri? Adakah trader forex Indonesia yang bisa dijadikan inspirasi kita dalam bertrading? Jawabannya tentu saja ada.
sigit_purnomo_ninjaa_trader
Sigit Purnomo, seorang trader forex dan guru honorer asal Cilacap Jawa Tengah yang sudah malang melintang di dunia forex sejak tahun 2007, adalah salah satu figur trader forex Indonesia yang patut diperhitungkan. Sigit, yang mempunyai nama pena Ninjaa Trader, sudah menerbitkan empat judul buku: Menjadi Trader Sakti (Seri 1, 2, 3) dan The Psychologian Trader (2016) melalui self-publishing. Dalam buku-buku tersebut, Ninjaa Trader menuliskan berbagai strategi dan psikologi trading forex berdasarkan pengalaman pribadi dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.

Tak hanya itu, Sigit juga dikenal aktif dalam komunitas-komunitas trader forex dan menulis blogTrader Sakti, karena menurutnya, trader forex harus saling berbagi dan bertukar pengalaman.

Tak kenal, maka tak sayang. Mari simak wawancara singkat via telepon langsung Seputar Forex dengan Sigit "Ninjaa Trader Purnomo berikut ini.


Jangan Jadikan Trading Sebagai Pekerjaan Utama

Q: Sejak kapan mulai bertrading forex dan mengapa tertarik pada trading forex?
A: Saya mulai trading sejak tahun 2007. Saat itu, hingga sekarang juga, saya bekerja sebagai guru honorer non-PNS dan ingin menambah penghasilan. Setelah mengetahui adanya "dunia" sedahsyat forex ini, saya pun memutuskan untuk terjun dan mencari penghasilan tambahan dari sana. Saya tekankan di sini, trading forex adalah pekerjaan sampingan saya selain sebagai guru. Saya kurang menyarankan seseorang menjadikan trading forex sebagai mata pencaharian utama karena risikonya sangat besar.

Q: Benarkah bahwa modal trading forex harus besar?
A: Tentu tidak. Memang idealnya sih modal trading forex yang besar, kalau punya, mengingat risiko finansial dalam bertrading forex ini tidak main-main besarnya. Namun saya kira yang lebih penting daripada banyak sedikitnya modal adalah kemampuan finansial trader itu sendiri.

Modal yang digunakan untuk bertrading hendaknya uang sisa. Artinya, dana yang masih ada jika kebutuhan-kebutuhan pokok keluarga sudah terpenuhi. Jangan sampai bertrading menggunakan modal dari berhutang, apalagi modal dari utang bank. Sangat tidak disarankan.

Q: Apakah mempunyai ketentuan untuk bertrading di sesi tertentu?
A: Tidak. Saya bertrading berdasarkan sinyal, jika saat itu ada sinyal dan saya memang sedang ada waktu saya akan masuk dan open posisi. Saya kira sesi Asia, Eropa, ataupun Amerika itu sangat relatif bagi setiap trader, kapan saja waktu yang mereka punya. Trader pemula mungkin memang perlu memahami dulu bagaimana kondisi pasar di tiap sesi tersebut, tapi kalau sudah paham lebih mudah trading berdasarkan sinyal saja. Menurut saya membosankan juga kalau harus seharian nungguin trading. Hehehe..

Q: Analisa atau teknik trading apa yang menjadi acuan Anda dalam bertrading?
A: Teknikal. Biasanya saya pakai indikator trendline, MA, MACD.

Q: Antara trading jangka panjang atau jangka pendek, mana yang lebih mudah?
A: Tergantung style trader masing-masing. Tetapi kalau saya sendiri cenderung day-trader atau trader harian. Tapi saya juga mengatur trading saya untuk penarikan (withdrawal) harian, penarikan mingguan, dan penarikan bulanan. Jaga-jaga, kalau satu Margin Call (MC), setidaknya masih ada yang lainnya.


Kuncinya Adalah Penentuan Support Resisten

Q: Siapakah trader idola atau trader yang menjadi kiblat Anda dalam bertrading?
A: Tidak ada. Trader-trader yang luar negeri juga kebanyakan trader saham, bukan trader forex. Jadi saya tidak merasa perlu memiliki idola, lagipula saya malas kecewa, dalam arti, saat saya sudah terlanjur menganggap bagus, nyontek-nyontek gayanya, tidak tahunya scam. Yah, cari-cari referensi umum sajalah, sama sharing dengan teman-teman di komunitas. Berkumpul dengan sesama trader forex menurut saya juga penting untuk bertukar pikiran.
sigit_purnomo_ninjaa_traderSigit bersama Kevin Vierra Tale yang juga trader forex
Q: Sistem trading seperti apa yang menurut Anda cenderung dipakai oleh para master trading?
A: Sistem yang paling tidak rumit. Tak jarang teman-teman trader saya yang sudah master hanya memakai MA saja, MACD saja, atau RSI saja. Sesimpel mungkin. Kuncinya saya kira ada pada penentuan support dan resisten, dan inilah yang perlu dipahami oleh para trader pemula sebelum kemudian mengaplikasikannya ke posisi mereka. Trader-trader andal yang saya kenal selalu belajar dari hal-hal yang simpel dan mudah dipahami terlebih dulu untuk mengasah intuisi.

Q: Karakteristik seperti apa dari trader-trader profesional yang membuat mereka menjadi trader yang hebat?
A: Mereka sangat jago dalam mengendalikan diri. Mereka adalah trader forex yang mapan dari sisi psikologis dan bermental trader sejati. Mereka juga berpikiran terbuka untuk terus mengembangkan diri salah satu caranya adalah dengan menghadiri perkumpulan komunitas trading untuk berbagi pengalaman.

Q: Adakah "ritual" khusus Anda sebelum bertrading?
A: Baca Bismillah, kalau profit, ucapkan Alhamdulillah. Tidak perlu lebay (berlebihan, red.) lah.

Q: Adakah pantangan Anda dalam bertrading?
A: Tidak bertrading saat emosi. Jauhi MT4 kalau sedang kesal atau marah. Begitupun juga dengan saat senang karena profit sehingga tak jarang membuat trader menjadi kemaruk. Intinya, jangan bertrading saat emosi sedang meluap-luap.


Trader Forex Indonesia Bisa Sukses Jika ...

Q: Bagaimana suka duka selama bertrading forex?
A: Saya sih simpel-simpel saja ya. Semuanya dijalani dengan sewajarnya dan tetap kontrol diri. Sedih karena loss secukupnya, profit pun tidak perlu senang berlebihan. Yang perlu diingat, risiko dalam forex ini sangat besar, apapun bisa terjadi.

Q: Apakah yang menjadi semangat Anda untuk terus bertrading forex?
A: Pertama, keluarga, yakni demi memberikan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak (dari penghasilan tambahan bertrading). Kedua, karena kebebasan waktu dan finansial yang diberikan. Dunia forex ini luar biasa dahsyat.

Q: Banyak yang bilang kalau trader Indonesia tidak mungkin sukses. Bagaimana pendapat Anda?
A: Terus terang untuk meraih kesuksesan, terutama bagi trader Indonesia yang biasanya bermodal kecil, cukup berat. Kecenderungan trader forex awam biasanya bertrading karena "hawa nafsu" kebutuhan hidup yang memang besar ataupun gaya hidup.

Mereka seringkali kelolosan dalam money management-nya. Contohnya, baru profit sedikit langsung dibelanjakan ini itu. Alih-alih diinvestasikan untuk trading berikutnya, begitu kena MC, mereka akan kelabakan, sudah besar pasak daripada tiang.

Tapi bukan berarti trader Indonesia sama sekali tidak akan pernah sukses, lho. Tipsnya, mulailah trading forex dengan modal kecil namun konsistensi yang solid. Pasang target setidaknya trading Anda sudah bisa menghasilkan profit konsisten 10%-20% dari modal. Setelah itu, barulah diterapkan pada modal besar. Namun tips ini, sekali lagi, saya kembalikan pada trader masing-masing. Boleh diterima, boleh tidak, sesuai dengan gaya tradingnya sendiri-sendiri. [sumber: SF]


FBS Bisa Daftar Klik Banner ini
 
© Copyright 2014 Blog Instaforex Indonesia