News Update :
Powered by Blogger.

Forex News


Showing posts with label Analis Teknikal. Show all posts
Showing posts with label Analis Teknikal. Show all posts

Strategi forex 100% profit ala Trader TOP Indonesia

Wednesday, August 1, 2018

Strategi forex trading 100% profit

suprafx ib instaforex indonesia
Walaupun dikatakan Master Trader, tidak ada seorangpun di dunia ini yang tau secara pasti kemana arah harga bergerak akankah naik atau turun sebaik apapun analisanya. Jadi jika berbicara masalah analisa, tidak ada seorang pun yang dapat memberikan sebuah analisa yang 100% benar. Oleh karena itu kali ini saya tidak akan memfokuskan pada analisa, melainkan pada manajemen penggunaan lot. Berikut ini adalah langkah langkahnya:

1. Sediakan dana minimal $100, dibawah jumlah tersebut sangat beresiko untuk mengikuti strategi ini. Hal ini dimaksudkan agar margin anda dapat menahan floating nantinya.
2. Gunakan ketahanan 1000 pips, atau jika anda menggunakan dana $100 maka gunakanlah lot 0.01 (tidak boleh lebih). Apa bila anda menggunakan dana $1000 maka gunakanlah lot 0.1 (tidak boleh lebih), begitu seterusnya.
3. Setelah anda memenuhi persyaratan diatas, sekarang anda pasang indikator RSI (Relative Strenght Index) dengan settingan default. Indikator ini adalah indikator bawaan MT4, jadi anda tidak perlu susah susah untuk mendownloadnya lagi. Indikator ini digunakan untuk mengetahui titik jenuh harga, atau dengan kata lain bersiap siap untuk pembalikan arah.
4. Pasang dua buah indikator EMA (Exponential moving average), dengan periode 50 dan 20. Ini digunakan untuk mengidentifikasi trend yang sedang berlangsung.
5. Sangat disarankan untuk menggunakan pair USDJPY, EURUSD, dan GBPUSD. Pair yang lain tidak disarankan , dengan alasan ketiga pair ini memiliki gerakan yang stabil, spread relative lebih kecil, dan margin yang digunakan juga paling kecil jika dibandingkan dengan pair pair yang lain.
6. Jangan gunakan SL, dan lakukan OP yang kedua apabila harga mengalami floating minus 20 pips
7. Close jika semua OP sudah profit

Jika anda sudah siap dengan persyaratan diatas, kini saatnya memasuki “RULE OP”.

1. Buka TF H4 dan H1.
Perhatikan trend yang sedang terjadi. Apa bila harga berada dibawah EMA maka asumsi trend down, sedangkan apabila harga berada di atas EMA asumsi trend naik. 
2. Hanya boleh melakukan OP ketika trend H4 dan H1 berjalan searah.
3. Ketika harga di H4 dan H1 sudah searah, maka langkah selanjutnya kita membuka TF 15 untuk melihat oversold atau overbought harga. Untuk mengetahui hal ini kita menggunakan indikator RSI yang sebelumnya sudah anda pasang.
4. Jika RSI telah menunjukkan overbought/oversold, maka saat itu juga anda membuka posisi dengan lot yang sudah diperhitungkan sebelumnya.
5. JANGAN GUNAKAN SL, TAMBAHKAN OP YANG KEDUA JIKA SUDAH MINUS 20 PIPS

Berikut ini langkah langkah ketika saya membuka posisi.
Langkah 1.


Langkah 2.

Langkah 3.


Itulah sekilas tentang Strategi trading forex 100% profit. Saran saya sebelum melakukan metode ini yaitu mencoba nya terlebih dahulu di akun demo. Apabila anda sudah menguasai betul apa yang saya sampaikan, anda dapat mencobanya di akun real. [sumber]

NB: Pembahasan diatas sedikit banyak sudah mencakup teknik dan money managemen (MM), namun yang tak kalah pentingnya dipelajari dan diterapkan adalah Mindset/Psycology. Silahkan juga dipelajari tentang Mindset ini bisa Anda temukan di blog ini maupun googling atau video-video di youtube.

Strategi Trading – Banyak Jalan Menuju Profit

Tuesday, July 31, 2018

Setelah Anda melakukan analisis terhadap diri Anda dan memutuskan menjadi trader apakah Anda,setelah Anda belajar pentingnya memiliki probabilistic mindset ketika trading karena trading merupakan permainan peluang,dan setelah Anda mengetahui untuk menghasilkan uang dari market yang Anda butuhkan Adalah sistem trading dengan positive expectancy dan juga Anda telah belajar beberapa tipe-tipe sistem trading dengan positive expectancy,maka tiba saatnya kita belajar lebih dalam mengenai strategi/sistem trading yang akan kita gunakan untuk menghasilkan uang dari pasar.
Terlepas Anda seorang scalper,day trader, swing trader maupun position trader pendekatan/cara Anda untuk menghasilkan uang dari market atau pasar hanya ada 2 yaitu:
1.Trading with the trend / Trend Following
2.Trading against the trend / Reversal Trading
Dari masing-masing pendekatan tersebut dapat kita tentukan lagi masing-masing strategi/sistem tradingya dengan lebih spesifik.Dan akan kita bahas satu persatu dalam artikel ini.
Are you ready?
Okay. Let’s Rock!
1.Trading with the trend
Sebagai seorang trader mungkin Anda sering mendengar istilah “Trend is Your Friend”. Secara sederhana dapat diartikan bahwa lebih baik jika kita trading mengikuti trend utama yang lebih panjang  karena akan memperbesar peluang kita untuk memperoleh profit. Jika harga sedang uptrend maka kita mencari peluang untuk membeli. Demikian juga jika harga sedang downtrend maka sebaiknya kita menghindar dari pasar dan tidak trading untuk sementara waktu karena peluang untuk berhasil cukup kecil.
Mengetahui trend itu sangat penting karena memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar saat itu.Harga umumnya bergerak menurut kecenderungan trend tertentu.
Bisa berupa uptrend (bullish),dimana harga memiliki kecenderungan untuk naik.Atau downtrend (bearish),dimana harga cenderung untuk terus turun.Selain itu harga juga bisa bergerak dalam kisaran sempit yang biasa disebut sideways.
Lantas bagaimana menentukan trend?
Cara yang paling umum untuk mengidentifikasi trend adalah dengan menggunakan indicator Moving Average.Untuk mengetahui trend besar biasanya menggunakan MA 200 (rata-rata pergerakan harga selama setahun terakhir).Jika harga berada diatas garis MA 200 maka dapat diambil kesimpulan bahwa harga sedang uptrend begitu juga jika harga dibawah garis MA 200 maka harga sedang dalam masa downtrend.
Cara lain untuk menentukan sebuah trend adalah berdasarkan Market Structure. Sebuah Uptrend terdiri dari beberapa Higher Highs dan Higher Lows sementara untuk Downtrend terdiri dari beberapa Lower Highs dan Lower Lows.
Ada dua teknik untuk menerapkan konsep Trading with The Trend yang keduanya sama-sama bisa menghasilkan profit dari pasar jika dilakukan dengan benar yaitu:
  1. Trading Breakout
Breakout adalah kondisi dimana harga berhasil menembus area resistance dan harga melanjutkan penguatan.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan strategi Trading Breakout,maka Anda dapat menggunakan Chart Patterns dan Candlestick Patterns untuk membuat sistem trading dengan lebih spesifik untuk menentukan kapan akan entry,posisi stop loss dan letak profit target.
Keunggulan Trading Breakout adalah:
  • Anda trading bersama momentum harga
  • Sebelum harga terbang,Anda dapat “menangkap” pergerakan harga dan Anda tidak ketinggalan trend
Kelemahan Trading Breakout adalah:
  • Anda akan sering mengalami yang namanya “false breakout” atau breakout palsu seolah-olah breakout padahal hanya “jebakan” saja
  • Menggunakan jarak stop loss yang cukup lebar
Chart Patterns yang dapat digunakan untuk Trading Breakout adalah chart patterns dengan pola berkelanjutan seperti: Pola Triangle (Ascending dan Symmetrical), Pola Pennant, Pola Flag, serta Pola Cup and Handle.
Sementara Candlestick Patterns dapat digunakan sebagai konfirmasi untuk entry.
Contoh sistem Trading Breakout dengan Flag Pattern:
  • Tentukan setup Flag Pattern.
  • Entry ketika ada konfirmasi berupa bull candlestick: One White Soldier
  • Menempatkan Stop Loss berada agak jauh dari titik entry agar tidak mudah tersentuh.
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2.
Tampilan entry:

Tampilan exit:

Pola Flag di atas berhasil mencapai target profit. Apakah pasti akan selalu profit? Tentu saja tidak. Hanya saja jika menggunakan pola-pola berkelanjutan seperti contoh Flag Pattern di atas,peluang berhasilnya lebih besar.
  1. Trading Pullback / Retracement / Re-test
Pullback adalah kondisi dimana harga bergerak sementara melawan trend besar yang sedang terjadi. Pada saat uptrend maka pullback berarti harga mengalami penurunan sementara (koreksi) sebelum melanjutkan penguatan. Pada saat downtrend maka pullback berarti harga mengalami kenaikan sementara (rebound) sebelum melanjutkan penurunan.
Jika Anda memilih untuk menggunakan strategi Trading Pullback saat uptrend maka Anda akan memanfaatkan penurunan harga sementara untuk entry sebelum akhirnya harga melanjutkan penguatan. Untuk membuat sistem tradingnya (menentukan kapan entry dan exit) Anda dapat menggunakan indikator teknikal analisis atau bisa juga menggunakan area support dan resistance.
Keunggulan Trading Pullback adalah:
  • Lokasi entry yang cukup baik karena Anda masuk ketika harga sedang “istirahat” sebentar sebelum melanjutkan kenaikan. Harga saham tidak naik secara linear,tetapi mengalami fase naik dan turun.
  • Menggunakan jarak stop loss yang tidak terlalu lebar
Kelemahan Trading Pullback adalah:
  • Kemungkinan Anda akan “ketinggalan kereta”. Karena bisa saja harga naik terus dengan momentum yang kuat tanpa mengalami penurunan. Dan ketika Anda tetap menunggu,ternyata harga tak kunjung turun.
  • Trading melawan momentum. Artinya Anda entry ketika harga sedang mengalami “koreksi”,bisa saja koreksi yang terjadi merupakan bagian dari reversal trend.
Contoh sistem Trading Pullback dengan indikator Moving Average:
  • Harga harus berada di atas MA 50
  • Harga sedang mengalami koreksi dan memantul di MA 50
  • Entry ketika ada konfirmasi berupa bullish candlestick.
  • Menempatkan Stop Loss berada di bawah garis MA 50
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2
Tampilan entry:

Tampilan exit:

Trading Pullback menggunakan indikator Moving Average juga mampu menghasilkan profit seperti contoh di atas.
2.Trading against the trend
Sebelum saya lanjut,saya ingin menekankan bahwa cara paling aman untuk trading adalah mengikuti trend (trade with the trend). Tetapi saya juga menyadari bahwa ada orang-orang yang tidak ingin melihat chart apa adanya. Akan selalu ada orang-orang yang jika melihat suatu chart memiliki pandangan lain dan “jauh ke depan sana”.
Jika sedang uptrend para trader ini akan selalu beranggapan bahwa pasar sudah mencapai puncaknya dan sebentar lagi akan terjadi crash.
Jika sedang downtrend para trader ini akan selalu beranggapan bahwa  pasar sudah mencapai dasar dan sebentar lagi akan pulih.
Banyak sekali trader yang berlomba-lomba untuk mampu menebak titik puncak atau titik dasar suatu trend (turning point). Tujuannya tidak lain tidak bukan biar diakui sebagai trader “handal” yang memiliki prediksi akurat.
Tapi buat apa membuang-buang waktu untuk menerk-nerka sesuatu yang tidak pasti? Untuk memberikan makan ego harus merasa selalu benar? Pekerjaan sia-sia.
Jika harga saat ini sedang uptrend maka lihatlah peluang untuk membeli.
Jika harga saat ini sedang downtrend maka lihatlah peluang untuk menjual.
Strategi trading against the trend yang ingin saya bagikan kepada Anda inipun tidak bertujuan untuk menentukan titik puncak atau titik dasar suatu trend agar Anda memperoleh keuntungan yang sangat maksimal.
Reversal trading yang saya maksud disini adalah menangkap harga di awal terbentuknya sebuah trend. Jadi kita tidak persis membeli saat dasar suatu trend dan juga tidak menjual pas saat dipuncak sebuah trend. Sekalipun kita menggunakan strategi reversal trading,kita tetap masuk “agak telat”.
Reversal trading dapat dilakukan dengan bantuan indikator maupun dengan chart pattern. Jika ingin menggunakan indikator teknikal analisis maka kita dapat menggunakan indikator MA dengan cara crossover system (perpotongan 2 buah garis MA).
Jika menggunakan chart patterns,kita dapat menggunakan reversal chart patterns yang sangat populer seperti Pola Head and shoulders,Pola Inverted Head and Shoulders,Pola Double Top dan Pola Double Bottom,Pola Triple Top dan Pola Triple Bottom.
Contoh sistem Reversal Trading dengan indikator Moving Average:
  • Entry ketika EMA 10 memotong EMA 50 ke atas (terjadi golden cross) dan ada konfirmasi dengan terbentuknya berupa bullish candlestick.
  • Exit Loss: Stop Loss diletakkan berada di bawah garis EMA 50
  • Membuat Target Profit minimal 2 kali jarak stop loss sehingga Risk to Reward Ratio menjadi 1:2
  • Exit Profit ketika EMA 10 memotong EMA 50 ke bawah (terjadi death cross) dan ada konfirmasi dengan terbentuknya berupa bearish candlestick.
Tampilan entry akan seperti ini (EMA 10 garis berwarna hitam dan EMA 50 garis berwarna biru):

Tampilan exit:

Contoh di atas menunjukkan bahwa strategi reversal trading dengan menggunakan indikator Moving Average (contoh diatas menggunakan Exponential Moving Average/EMA) juga mampu menghasilkan profit.
Tidak Ada Strategi Trading Terbaik
Lantas pendekatan manakah yang terbaik untuk menghasilkan uang dari pasar? Apakah strategi trading with the trend atau strategi trading against the trend? Manakah yang lebih baik strategi trading breakout atau strategi trading pullback?
Jawabannya TIDAK ADA.
Strategi trading yang satu tidak lebih baik dari strategi trading yang lain.
Yang harus Anda temukan adalah strategi mana yang paling cocok dengan kepribadian dan keyakinan Anda tentang pasar.
Setiap trader memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat ke mana market akan bergerak selanjutnya.Dari cara pandang tersebutlah kemudian masing-masing trader menciptakan strategi tradingnya sendiri untuk mendulang profit dari pasar.
Jika Anda masih bingung strategi apa yang paling cocok dengan kepribadian Anda,saya akan memberikan sedikit panduan untuk memudahkan Anda menentukan strategi trading mana yang akan Anda gunakan nantinya.
Coba perhatikan Index S&P 500 di bawah ini.

Setelah Anda melihat chart tersebut,menurut Anda kemanakah harga akan bergerak selanjutnya?
A.Harga akan terus bergerak naik seperti pada contoh ini

B.Harga akan mengalami koreksi sementara sebelum bergerak naik

C.Harga sudah berada dipuncak dan akan segera berbalik arah

Yang manakah Anda?
Jika Anda menjawab A maka kemungkinan Anda adalah tipe breakout trader. Karena Anda cukup optimis harga akan tetap melanjutkan penguatan. Maka sebaiknya Anda membuat  sistem trading breakout yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
Jika Anda menjawab B maka kemungkinan Anda adalah tipe pullback trader. Anda cukup optimis harga akan tetap naik,tetapi Anda merasa perlu “istirahat” dulu dan mengalami penurunan sementara sebelum melanjutkan penguatan karena Anda percaya bahwa harga tidak bergerak secara linear ke atas tetapi mengalami fase naik turun seperti sebuah anak tangga. Maka sebaiknya Anda membuat  sistem trading pullback yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
Jika Anda menjawab C maka kemungkinan Anda adalah tipe reversal trader. Anda merasa harga sudah naik terlalu tinggi dan Anda percaya harga akan segera berbalik arah Maka sebagai reversal trader Anda perlu membuat sistem trading reversal yang spesifik menggunakan chart patterns atau indikator analisis teknikal untuk menentukan kapan akan masuk,kapan akan keluar jika rugi,kapan keluar jika untung.
POSITIVE EXPECTANCY
Tidak peduli sistem trading mana yang akan Anda pilih,untuk menghasilkan uang dari pasar. Anda harus mengetahui dengan pasti bahwa sistem trading yang Anda gunakan tersebut terbukti mampu menghasilkan uang dari pasar di masa lalu. Anda harus memiliki PROVEN METHOD! Sistem trading Anda harus memiliki positive expectancy!
ITU HARUS! TIDAK BISA DITAWAR.
Dari mana Anda tahu bahwa sistem trading Anda memiliki positive expectancy dan merupakan proven method?
Itulah pentingnya melakukan pekerjaan rumah Anda dengan melakukan backtesting terhadap sistem trading yang Anda miliki.
Itulah pentingnya kerja keras dalam trading dengan melakukan research dengan mempelajari chart dan menguji data-data di masa lalu untuk mengetahui seberapa besar probabilitas (tingkat akurasi) yang dimiliki oleh sistem trading Anda tersebut.
Anda tidak boleh malas jika ingin berhasil sebagai trader.
KONSISTENSI
Katakanlah Anda sekarang sudah memiliki sistem trading proven method dengan positive expectancy, apakah Anda langsung kaya raya dari trading dengan menggunakan sistem trading tersebut?
Tentu saja tidak!
Trading bukan cara cepat untuk menjadi kaya!
Jika Anda ingin kaya dan memiliki banyak uang dari trading Anda harus konsisten menggunakan sistem trading tersebut dalam jangka panjang.
Konsisten disini artinya Anda tetap menggunakan sistem tersebut bahkan ketika Anda sedang mengalami masa-masa sulit seperti mengalami banyak kerugian beruntun. Anda tetap mampu fokus menggunakannya ketika Anda berada dalam periode drawdowns!
Jika setiap kali mengalami beberapa kerugian beruntun Anda gonta-ganti indikator,gonta-ganti sistem trading itu bukan konsistensi namanya. Jika Anda melakukan hal tersebut berarti Anda sedang terjebak dalam pencarian “Holy Grail” dalam trading.
Nah sekarang,apa kesimpulan yang bisa kita ambil dari artikel ini?
1.Anda cari tahu strategi mana yang cocok dengan kepribadian dan keyakinan Anda tentang pasar. Apakah Anda akan menggunakan strategi trading breakout,strategi trading pullback atau strategi trading reversal?
2.Setelah Anda menemukan mana strategi yang cocok bagi Anda,maka tugas Anda selanjutnya adalah membuat aturan secara sepesifik sistem trading yang akan Anda gunakan nantinya,kapan waktu membeli,kapan waktu menjual jika rugi dan kapan waktu menjual ketika untung.
3.Sistem trading yang telah Anda buat tersebut kemudian Anda backtesting dengan menggunakan chart dan data di masa lalu. Apakah sistem trading yang Anda buat tersebut mampu menghasilkan uang dari pasar atau tidak.
4.Setelah Anda mengetahui sistem trading tersebut memang mampu menghasilkan uang dari pasar di masa lalu,tiba saatnya bagi Anda untuk menjalankan sistem trading tersebut dengan disiplin dan konsisten apapun  yang terjadi pada market ketika kita trading.
Good Luck!
Enjoy the process and have good trading habits! [sumber]

Teknikal : Cara Mengidentifikasi Price Pattern Dengan Mudah

Wednesday, November 8, 2017

Cara Mengidentifikasi Price Pattern Dengan Mudah

Price Pattern – Sudah banyak diketahui oleh para trader bahwa jenis chart pattern sangatlah banyak yang bisa digunakan dalam analisa teknikal trading forex. Tidak hanya bagi pemula, bahkan bagi trader yang sudah berpengalaman pun banyaknya price patter akan membuat pusing.
Sebenarnya Anda tidak harus pusing memahami dan manghapal bagaimana cara kerja semua price pattern. Memilih jenis chart patter yang biasa dijadikan dasar analisa teknikal saat akan menentukan sinyal trading nya akan lebih penting. Berikut adalah jenis price pattern yang biasa menjadi dasar pada analisa teknikal.
MENGENALI POLA PRICE PATTERN
Jika Anda membaca buku khusus mengenai price pattern Anda akan menemukan banyak sekali pola. Tapi tenang saja! Anda tidak perlu khawatir kerepotan saat akan mempelajari nya, karena ada cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengenali pola tersebut.
Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali sinyal price patter secara umum. Terdapat 2 kategori yang bisa Anda ingat yaitu penerus dan pembalik. Penerus atau continuation adalah sinyal yang biasanya akan menunjukan pergerakan hal yang merupakan kelanjutan dari trend sebelumnya, sementara untuk reversal atau pembalik adalah tanda akan berakhirnya suatu trend dan price dan kemudian akan berganti arah.
1. Price patter berdasarkan sinyal penerusan
Berikut adalah beberapa price pattern yang akan menandai sinyal penerusan trend:
  • Ascending triangle
Jika Anda mengetahui symmetrical triangle maka pada dasarnya akan mirip dan tidak jauh beda dengan ascending triangle saat melakukan analisanya. Perbedaan dari keduanya hanya pola dan juga bentuk. Ascending triangle adalah continuation patter yang akan muncul pada kondisi uptrend. Kemunculan pola ini adalah tanda yang menggambarkan adanya penekanan bullis yang semakin bearish.
Sama halnya dengan symmetrical triangle, pola ini juga harus mempunyai minimal 4 reversal. Gambar yang ditunjukkan tersebut menggambarkan bahwa ascending triangle yang mempunyai 6 rerversal. Pemberitahuan dari pola diatas adalah tembus nya upper line dan berpotensi untuk pergerakan bullish mengikutinya. Cara menentukan perkiraan target harga nya pun mirip, bedanya pada baseline yang tidak berpatokan dengan titik ke-1 tapi pada titik ke-2.
Price Pattern
Walaupun ascending triangle masuk dalam continuation pattern namun pola ini juga bisa masuk dalam reversal patter jika terjadi saat downtrend. Saat kondisi itulah tembus nya upper line adalah pemberitahuan yang menyatakan bahwa ascending triangle merupakan reversal.
  • Descending triangle
Selanjutnya adalah decanding triangle yang merupakan kebalikan dari ascending triangle. Jadi jika ascending triangle merupakan pola bullis maka descending triangle merupakan pola bearish. Descending triangle juga adalah continuation yang biasanya akan muncul saat sedang down trend.
Price Pattern
Descanding triangle juga biasanya dapat berubah menjadi pola reversal yang akan muncul ketika sedang uptrend dan namanya akan mengalami pergantian menjadi descanding triangle top.
  • Flag dan pennant
Sinyal selanjutnya adalah flag dan pennat. Kedua price pattern ini mempunyai kemiripan karena sama sama terdapat tiang. Bedanya adalah jika flag tidak terbentuk karena high dan low nya harga yang akan semakin dekat, sedangkan pennat akan menggambarkan kondisi tersebut dengan ujung yang semakin meruncing.
Flag dan pennant juga akan sama sama memberikan tanda penerusan jika ternyata harga sudah di koreksi. Tiang bendera yang ada di bawah flag dan pennant adalah trend utamanya, sedangkan bagian koreksi harga akan digambarkan oleh bendera.
2. Price pattern berdasarkan sinyal pembalik
Selanjutnya adalah price pattern yang masuk dalam sinyal pembalik dan cenderung akan lebih kompleks karena pergerakan harganya akan lebih banyak saat menyelesaikan formasi nya. Berikut adalah price pattern yang masuk dalam sinyal pembalik.
  • Head and shoulder
Head and soulder mempunyai 3 puncak harga dengan bagian tengah lebih menonjol. Jenis price pattern ini memang mirip dengan pundak. Probablitis yang dihasilkan oleh jenis price pattern head and shoulder juga lebih tinggi dan sering terlihat seperti ada di puncak uptrend ketika sedang menyelesaikan relinya.
Price Pattern
Anda bisa melihat pada gambar, right shoulder merupakan titik buyer gagal yang mendorong harga sampai pada level tinggi sebelumnya, kemudian menjadi konfirmasi isyarat bahwa lemahnya momentum tersebut. Apabila head and shoulder sudah selesai maka Anda bisa menunggu sampai harganya turun dan melintasi neckline. Sementara pada bullish reversal biasanya price pattern yang akan berlaku adalah inverted head and shoulder dengan pengertian yang sama namun posisi yang terbalik.
  • Top dan buttom
Pola ini mempunyai kemiripan dengan price pattern sebelumnya, karena memiliki beberapa puncak harga. Perbedaan nya adalah puncak harga yang ada pada pola top akan tampil dengan tinggi yang sama sehingga tidak ada puncak yang akan lebih menonjol seperti head and shoulder.
Pada pola ini terdapat 2 puncak dan juga 3 puncak yang bisa di artikan sebagai bagian dari penanda reversa. Double top atau 2 puncak akan terbentuk ketika harga sudah mencapai level tinggi namun akan mengalami koreksi sehingga akan kembali pada level sebelumnya. Hanya saja karena adanya sentiment pasar yang tidak kuat untuk menekan harga lebih naik maka harga malah akan kembali menurut. Triple top atau 3 puncak juga pada praktek nya sama dengan double top, harga akan naik dan juga gagal saat akan menembus level tertinggi setelah mengalami koreksi sebanyak 2 kali.
Price patter top terjadi pada puncak uptrend dan juga menyatakan bearish reversal. Sementara pola bottom menandakan sinyal bullis reversal karena menjadi salah satu tanda seller mengalami kegagalan untuk mendorong harga turun.
PRICE PATTERN YANG MENANDAKAN BREAKOUT
Sebelumnya pada price pattern penerus telah disinggung mengenai symmetrical triangle. Price pattern jenis symmetrical triangle merupakan pola chart yang harus diwaspadai sebab pada pola harga ini sangat tidak dapat dipastikan karena dapat melanjutkan atau malah menjauhi trend.
Mengapa sulit untuk dipastikan? Karena symmetrical triangle biasanya akan terbentuk akibat dari high dan low harga yang akan semakin meruncing. Pada saat itulah kekuatan buyer akan terus mengalami penurunan. Namun setelah harga mulai bergerak dan akan menembus pola segitiga simetris maka akan mengakibatkan breakout dengan pergerakan yang cukup kencang.
BAGAIMANA CARA MENGENALI PRICE PATTERN DENGAN MUDAH?
Price pattern adalah salah satu metode analisa yang sangat bisa diandalkan karena secara langsung akan memberikan gambaran pada keadaan pasar. Pertarungan buyer dan seller akan bisa Anda lihat jelas pada pola pergerakan harganya. Sebenarnya untuk bisa membaca kondisi pasar juga Anda tidak perlu mengandalkan bantuan indikator dengan sifat lagging.
Namun jika memang Anda adalah seorang pemula dan cukup kesulitan untuk bisa mengenali price pattern, Anda bisa menggunakan bantuan sebuah alat teknikal untuk bisa memperjelas pola harga yang ada pada chart. Anda bisa memperjelas objek analisa seperti garis vertrikal, horizontan atau trendline yang bisa di manfaatkan untuk mengidentifikasi price pattern. [sumber]

PENTINGNYA ANALISA TEKHNIKAL SEBELUM OPEN POSISI?

Friday, October 20, 2017

MENGAPA ANALISA TEKHNIKAL PENTING SEBELUM OPEN POSISI?


ib instaforex indonesia
Mungkin sebagian trader memahami betapa pentingnya analisa tekhnikal sebelum melakukan order posisi, sementara yang lain belum memahami. Okay, untuk dipahami dulu bahwa Analisa teknikal merupakan metode estimasi mengenai pergerakan suatu harga dengan melihat dari data historis harga yang terjadi di pasar. Nah, Data harga ialah jenis suatu data yang banyak digunakan di dalam mengolah analisa forex maupun analisa pasar saham, meskipun ada beberapa macam data lainnya yang digunakan juga di dalam memproses analisa seperti volume dan juga open interest di dalam kontrak futures.

Hhhmm.. Ya, kalau bicara teori ya mumet. Memang nggak perlu dihapalkan juga, tapi minimal trader harus ngerti.

Tapi yang penting Ada 5 komponen pada analisa teknikal yang dapat membentuk grafik dari pergerakan harga.

Lima komponen tersebut antara lain : harga pembukaan (open), harga tertinggi (High), harga terendah (Low), dan juga volume transaksi (V). kelima komponen tersebut disingkat menjadi OHLCV. Dari OHLCV itu lalu dipakai metode matematika serta statistik yang lalu menciptakan indicator-indikator pada analisa teknikal modern.

Indicator analisa teknikal modern terbagi menjadi beberapa indikator. Antara lain trend following indicator. Seperti moving average, MACD, parabolic SAR, dan lain-lain. Yang kedua adalah momentum indicator. Yang termasuk ke dalam kategori ini antara lain Stochastic, William %R, RSI dan lain-lain. Volume indicator terdiri dari OBV (On Balance Volume), OSCV (Volume Osciilator), dan lain-lain. Yang terakhir pada analisa teknikal modern adalah volatility indicator, terdiri dari Bollinger Band, Keltner Band, dan lain sebagainya.

Nah, Anda harus belajar indikator-indikator ini, minimal ya harus pernah baca, jadi tahu dia seperti apa, fungsinya apa, digunakan untuk apa, pada saat market seperti apa...

Kalau Anda belum pernah trading, belum pernah buka chart... ya nggak paham.. memang harus dipraktekkan. Ilmu forex itu ilmu penerapan. Jadi ya harus banyak praktek penerapan.

Okay,
Misal kita belajar dari hal sederhana saja:
#Pilihlah Time Frame H1 untuk Anda yang menginginkan trading harian. Ingat, dalam setiap hari hanya ada 3 macam pergerakan harga :
  •     Trend NAIK
  •     Trend TURUN
  •     SIDEWAYS ( bergelombang)…ITU PASTI!
#Lihatlah sekarang pada H1 pergerakan harga ( grafik ) hari kemarin dan hari ini. Ingat bahwa pergerakan harga dari hari ke hari selalu berkaitan. Misal : Harga pembukaan pasar hari kemarin = harga paling rendah hari berikutnya = harga pembukaan hari ini. Misal : Harga tertinggi sampai hari ini = penutupan harga kemarin = pembukaan harga 3 hari yang lalu dan lain-lain.

Dengan begitu setidaknya kita bisa mendapatkan analisa apakah hari ini akan terjadi trend atau sideways saja. Itulah Pentingnya Analisa Teknikal Sebelum Open Posisi, hal ini memudahkan kita untuk mengetahui gambaran pergerakan harga yang akan terjadi.

Inti dari pergerakan harga adalah : Jika diprediksi harga (grafik) akan naik maka anda order BUY. Jika diprediksi harga (grafik) akan turun maka anda order SELL.

Namun yang jadi masalah  adalah bagaimana kita akan mengetahui kapan harga akan naik (BUY) dan kapan harga akan turun (SELL) ?

Nah ini, yang perlu bantuan.. bagi pemula. Misal bantuan indikator.. pilih indikator yang bisa membantu: Minimal ada indikator trend dan momentum. Terserah, mau coba yang mana... yang penting Anda tahu fungsi dan gunanya.. Ilmu yang sesungguhnya yang akan Anda dapatkan ya ketika dipraktekkan Anda sendiri. Pada saat running di chart, amati dan pelajari....

Atau bagi yang hanya menggunakan candlestic sebagai  analisa, ya yang penting ilmunya dulu Anda dapatkan, trading itu tidak mudah pada menjalankan prosesnya... Kita harus sabar, untuk menemukan inti dari trading dan akhirnya membuahkan profit... Kuncinya sabar. Jika Anda bukan orang penyabar, nggak mau belajar, eman-eman duitnya untuk beli buku Menjadi Trader Sakti dan The Psychologian Trader ....  Yah, silahkan coba saja rasanya trading dengan keterbatasan ilmu, yang penting yakin... dan sebagainya, Anda akan tahu sendirilah, betapa penting semua itu...

Kembali dengan pertanyaan mengapa analisa tekhnikal penting sebelum open posisi? jawabannya menurut saya yang simple: Ya, agar open posisi atau transaksi kita nggak sembarangan, nggak ngawur... biar didasarkan pada satu sistem aturan yang jelas, sistem yang sudah teruji profit lebih banyak peluangnya daripada kerugiannya. Kalau nggak sembarangan artinya, transaksi kita menjadi berkualitas. Kalau transaksi berkualitas, maka tentu trader yang menjalankan berarti seorang trader yang memiliki karakter trader, Kalau karakter trader berkualitas,, maka hasilnya pun profit yang berkualitas.

Titik! [ sumber ]

Sebenarnya pertanyaan terbesar di forex ini adalah kapan saat yang tepat kita Open Posisi, dan juga kapan kita BUY atau SELL dan kapan kita CLOSE. Itu semua ada dua analisa utama, yakni analisa fundamental dan analisa teknikal. Disinilah pentingnya analisa teknikal dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan besar tersebut.
Mari kita terus belajar dan menjadi pahlawan devisa dolar, jangan mau uang kita dikuras ke luar,, melainkan kita yang harus menyedot dolar dan menguras dari sumbernya kalao bisa,, hhh.


Trading Forex dengan Trik Aman, Strategi Hedging.

Thursday, October 12, 2017


Siapa Lagi yang Mau Profit Besar dengan Strategi Hedging Setiap Hari?


Ya, jelas semua Trader mau.

Lalu bagaimana cara menerapkan Strategi Hedging pada trading forex?

Sebagian broker mengijinkan para tradernya melakukan Strategi Hedging. Strategi ini adalah membuka posisi buy dan sell secara bersamaan ketika OP. 

Hedging itu sebenarnya sama saja dengan tidak trading. Kita tidak akan pernah profit maupun dirugikan sedikitpun dari trik ini.

Owh sialan. Lalu apa gunanya trik ini?

Trik ini sebenarnya memiliki fungsi untuk mencegah Trader untuk kehilangan banyak uang. Jika ada posisi trading  yang salah maka kita tinggal mengulanginya dengan membuka posisi sebaliknya dengan lot yang sama. Kemudian setelah trend sudah jelas arahnya mau kemana, baru kita membuka posisi tambahan yang sesuai dengan trend. 

Apakah Anda sudah mulai paham? Saya harap begitu.

Trik ini sebenarnya agak sulit untuk direalisasikan. Karena itu saya memberikan beberapa catatan penting untuk mencoba trik ini.

Ada kasus yang bisa kita jadikan contoh mengenai Strategi Hedging.

Kasus pertama:
Jika Anda sebelumnya membuka posisi buy, tetapi kemudian harga turun, dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar Anda dapat membuka posisi sell pada pasangan mata uang yang sama sehingga jumlah kerugian tidak bertambah. Jika harga berbalik arah ia akan membuka (unlock) kunci tersebut dengan menutup salah satu posisi. 

Mungkin Anda juga secara tidak sadar sering melakukan hal ini. 

Kasus kedua:
Cara hedging yang ini adalah memang dari awal tujuannya untuk memperoleh profit, bukan karena merasa salah posisi. Anda dapat melakukan entry buy dan entry sell pada harga yang sama dalam waktu yang relatif singkat (karena tidak mungkin bisa open buy dan open sell dalam waktu yang bersamaan). Misalnya Anda open sell EUR/USD pada harga 1.3300 dan beberapa saat kemudian Anda open buy pada harga yang sama. Ternyata harga kemudian turun ke level 1.3200, lalu Anda menutup posisi sell-nya dengan profit 100 pip dan membiarkan posisi buy-nya.

Bagi trader yang telah berpengalaman cara ini memang profitable, dan jika Anda ingin mencobanya, berikut ada beberapa catatan yang mesti Anda perhatikan:

1. Tentu saja trik ini boleh dipakai oleh siapa saja. Namun alangkah baiknya jika Anda mencobanya di akun demo. Saya tidak pernah menganjurkan Anda untuk langsung menerapkan cara ini pada account live. Disarankan untuk berlatih menggunakan cara ini pada account demo terlebih dahulu.

2. Tidak semua broker mengijinkan penggunaan trik ini. Ada cukup banyak broker yang melarang penggunaan strategi hedging. Karena itu cobalah untuk memastikan terlebih dahulu peraturan broker Anda sebelum mulai menggunakan trik ini.

3. Tidak mudah untuk memperoleh harga buy dan harga sell yang sama persis sekalipun dengan pending order. Mungkin automated execution dengan EA (Expert Advisor) bisa membantu, tetapi pada keadaan pasar yang sedang sepi (volatilitasnya sedang rendah).

4. Cara ini akan berjalan dengan baik hanya pada keadaan pasar yang ranging (sideways), jika tiba-tiba pasar trending dengan kuat maka akan sulit mengatasinya.

5. Target profit (jumlah pip) mesti relatif besar, jika Anda hanya ingin meraup beberapa pip saja cara ini tidak efektif dan bahkan tidak bisa bekerja dengan semestinya.

6. Diperlukan kesabaran yang tinggi dalam menunggu pergerakan harga mencapai level tertentu. Anda tidak bisa menutup posisi begitu saja jika memang belum waktunya.

7. Selalu lakukan evaluasi setiap 5 atau 10 kali trade. Jika hasilnya kurang sesuai, Anda bisa berganti pasangan mata uang atau memperbaiki rencana trading Anda. Jika telah beberapa kali berganti masih belum profitable, tinggalkan trik ini, mungkin cara trading ini bukan untuk Anda.

Ya begitulah Strategi Hedging yang bisa Anda terapkan pada Trading Forex. Saya rasa trik ini cukup aman. Selamat mencoba. :)

Sumber : www.forexcrunch.com : 7 Notes for Forex Hedging, by: Yohay Elam [ sumber ]



FBS Bisa Daftar Klik Banner ini
 
© Copyright 2014 Blog Instaforex Indonesia